TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Kabar gembira bagi ribuan mahasiswa di Kalimantan Utara. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) terus mempercepat proses pencairan dana Beasiswa Kaltara Unggul yang dijadwalkan akan segera ditransfer ke rekening penerima pada awal Desember 2025.
Kepala Biro Kesra Pemprov Kaltara, H. Muhammad Rosyit, S.IP., MM, mengungkapkan proses administrasi telah memasuki tahap akhir setelah melalui serangkaian validasi ketat.
“Saat ini, semua data sudah kami tarik dan usulkan ke Biro Hukum untuk proses penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur. SK tersebut sedang dalam proses tanda tangan Bapak Gubernur,” jelas Rosyit, Jumat (28/11/25).
Rosyit menambahkan, meski Gubernur dijadwalkan berangkat Umroh malam ini (Jumat, 28/11/25), telah berjanji untuk menandatangani SK tersebut secepatnya.
“Setelah SK ditandatangani, kami akan segera meminta salinannya dari Biro Hukum, dan langsung mengarahkannya ke Bank Kaltimtara untuk disalurkan sesuai nomor rekening yang sudah tertera di data kami,” tegasnya.
Total penerima beasiswa tahun ini, berjumlah 3.832 mahasiswa, dari total pendaftar awal kurang lebih 7.000 orang. Sisanya tereliminasi karena masalah administrasi.
”Porsi beasiswa ini lebih banyak kami alokasikan untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu, yaitu kurang lebih 65% dari total 3.832 penerima. Sementara sisanya dialokasikan untuk kategori mahasiswa berprestasi,” ujarnya.
Adapun besaran dana yang diterima bervariasi tergantung jenjang pendidikan, misalnya untuk D3 sebesar Rp2.250.000 dan untuk S1 sebesar Rp3.250.000.
Rosyit mengakui adanya kendala dalam proses pencairan yang mundur dari jadwal, terutama pada tahap validasi lapangan.
”Mohon maaf, kami terkendala saat ingin memvalidasi ke kampus-kampus karena biaya perjalanan untuk validasi tidak ada di anggaran perubahan. Kami baru bisa melaksanakannya di bulan Oktober setelah ada kepastian anggaran,” jelas Rosyit.
Pengetatan validasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun sebelumnya. Rosyit mencontohkan, pada pemeriksaan Beasiswa Kaltara Unggul tahun 2023, pihaknya harus mengembalikan sekitar Rp36 juta ke kas negara karena adanya mahasiswa yang sudah lulus namun masih menerima beasiswa.
”Kami tidak mau lagi kecolongan. Kami harus memastikan adik-adik mahasiswa yang menerima betul-betul aktif dan berhak. Karena kalau ada kesalahan, kami yang harus mengganti ke kas negara,” tuturnya.
Rosyit meminta para calon penerima untuk sedikit bersabar. “Kami mohon adik-adik mahasiswa agak bersabar, InsyaAllah awal bulan depan (Desember) sudah kita salurkan langsung ke rekening masing-masing,” pungkas Rosyit.
Ia juga berpesan kepada para penerima untuk meningkatkan semangat belajar dan tidak bermalas-malasan, mengingat ketatnya persaingan dalam dunia kerja.
“Pemerintah Provinsi Kaltara, meskipun dengan anggaran yang terbatas, tetap berusaha memberikan bantuan Beasiswa Kaltara Unggul ini sebagai bentuk dukungan,” tutupnya.(*/mt)















Discussion about this post