NUNUKAN, Fokusborneo.com – Melalui Program Perlibatan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Joint Operation Body Pertamina – Medco E&P Simenggaris (JOB Simenggaris) meresmikan pemberian fasilitas sanitasi dalam bentuk Program Sanitasi Inovatif Ramah Untuk Masyarakat (SIRAM) di desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Jumat (28/11/2025).
Peresmian dihadiri Dennie Junaedi Dharma (Field Manager JOB Simenggaris), Fransisca Geronica (Business Support Manager JOB Pertamina – Medco E&P Simenggaris), Andy Irmawati (Analisis Senior Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalsul, Wahyuni Nuzband (Staff Ahli Gubernur Kaltara Bidang Ekonomi dan Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga), Juni Mardiansyah (Asisten II Ekonomi Pembangunan Kabupaten Nunukan), Kepala Desa, dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.
Fransisca Geronica Business Support Manager JOB Simenggaris menjelaskan, dengan diresmikannya program SIRAM di Desa Tepian diharapkan menjadi tonggak sejarah dan juga bukti kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan warga masyarakat.
Menurutnya masyarakat di sekitar wilayah operasi merupakan stakeholder penting untuk Perusahaan dan Desa Tepian merupakan salah satu wilayah ring satu JOB Simenggaris.
Berkaitan dengan program SIRAM, Fransisca menjelaskan, program ini merupakan salah satu Program Pelibatan & Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dikembangkan Perusahaan pada tahun 2025.
“Tujuannya mendukung program pemerintah terkait dengan pembangunan atau pengembangan berkelanjutan, yang kita kenal dengan SDGs (Sustainable Development Goals) khususnya elemen air bersih dan juga sanitasi. Disini kami juga mendukung program pemerintah provinsi, yaitu bapak Gubernur Kalimantan Utara yang selalu mengumandangkan adanya slogan STOP BAB Sembarangan,” jelasnya.
Untuk mendukung program pemerintah tersebut, Perusahaan membantu masyarakat akan memiliki kesempatan atau memiliki akses sanitasi lebih terjangkau, higenis, dan kemudian membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk mengindari resiko ataupun potensi penyakit berkepanjangan akibat sanitasi yang buruk.
“Bantuan yang kami bisa berikan dalam bentuk 30 unit dari bio Septic tank, termasuk dengan closet dan juga saluran pipanya. Tetapi saya juga di sini mengapresiasi seluruh warga yang ada di sini. Mereka sangat antusias dan mereka mau berkolaborasi untuk melakukan instalasi unit tersebut. Jadi di sini kita bisa menunjukkan adanya engagement yang baik antara Perusahaan JOB Simenggaris dengan warga sekitar. Mudahan dapat memberikan dampak baik khususnya masyarakat di Kaltara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fransisca mengatakan bantuan Bio Septic Tank dipilih dari sekian banyak program karena memang Perusahaan berusaha untuk memahami isu-isu sosial yang ada pada masyarakat. Salah satu isu sosial paling utama disini adalah air bersih dan sanitasi, dan tahun ini pihaknya mencoba untuk memprioritaskan program tersebut berupa bantuan fasilitas sanitasi.
“Jadi, kalau masyarakat disini tidak memiliki fasilitas kloset yang memadai, itu kami upayakan sediakan. Dan tahun ini, Alhamdulillah kita bisa menyediakan 30 unit,” sambungnya.
Mengenai program ini apakah akan berlanjut di tahun mendatang atau tidak, Fransisca menegaskan bahwa setiap program akan dievaluasi setiap tahun dan dilakukan koordinasi erat komunikasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) sebagai badan pengawas pelaksana KKKS.
“Tapi intinya isunya akan menjadi prioritas kami dengan melihat urgensinya, apalagi Wilayah operasi JOB Simenggaris tidak hanya berada pada Kabupaten Nunukan tetapi juga Kabupaten Tana Tidung yang perlu kami perhatikan,” terangnya.
Tidak hanya itu, JOB Simenggaris sebelumnya juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat seperti beasiswa pendidikan perguruan tinggi maupun bantuan bidang kesehatan.
Sementara itu, Andy Irmawati selaku Analisis Senior Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalsul mengatakan pemerintah melalui industri hulu migas tidak hanya melakukan eksplorasi atau produksi migas untuk menjamin pasokan energi namun disamping itu berkomitmen tumbuh berkembang dan berkelanjutan melalui aksi nyata dengan Program Perlibatan Pengembangan Masyarakat (PPM) khususnya kesehatan.
“Dengan program PPM khususnya perbaikan kesehatan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” katanya.
SKK Migas menilai kehadiran industri migas harus menjadi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menilai program SIRAM yang diinisiasi oleh JOB Simenggaris merupakan aksi nyata perusahaan untuk masyarakat Perusahaan di bidang kesehatan.
“Mari jadikan momentum ini diharapkan jadi langkah awal masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga terhindar dari penyakit dan menjaga lingkungan tetap bersih,” katanya.(ary/ik)















Discussion about this post