BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan pada tahun 2026 terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam rangka mendukung pengendalian inflasi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar berbagai program pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah dapat berjalan efektif serta memberikan dampak optimal bagi masyarakat.
“Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta mitra terkait lainnya agar stabilitas harga tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus berlanjut,” ujar Robi Ariadi, yang juga menjabat sebagai Deputi Direktur Bank Indonesia.
Dalam upaya pengendalian inflasi, KPwBI Balikpapan terus memperkuat koordinasi bersama TPID dan instansi terkait melalui implementasi program strategis, antara lain peningkatan frekuensi Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar murah, dan operasi pasar, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Langkah ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Bank Indonesia juga mendukung fasilitasi distribusi pangan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pengendalian inflasi daerah,” jelas Robi.
Selain itu, Bank Indonesia Balikpapan turut mendorong peningkatan produksi dan ketersediaan stok pangan melalui fasilitasi sarana dan prasarana produksi, sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, serta kelompok tani, perikanan, dan peternakan. Kerja sama antar daerah (KAD) dengan wilayah sentra produksi juga terus diperluas guna menjamin kepastian pasokan dan ketahanan stok pangan daerah.
Di sisi pertumbuhan ekonomi, KPwBI Balikpapan berfokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program yang dijalankan meliputi workshop, bantuan teknis, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, kualitas produk, serta perluasan akses pasar, baik digital maupun ekspor.
“Kami mendorong UMKM agar naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, penguatan branding, serta perluasan pasar. Hal ini juga didukung melalui business matching dengan buyer dalam dan luar negeri,” kata Robi Ariadi.
Penguatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi perhatian melalui edukasi pengelolaan keuangan usaha, pemanfaatan aplikasi SIAPIK, serta sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan dalam mendukung pembiayaan UMKM.
Pertumbuhan ekonomi inklusif turut didorong melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, meliputi perluasan ekosistem halal, pengembangan wakaf produktif, serta penguatan ekonomi pesantren. KPwBI Balikpapan juga memfasilitasi pembiayaan syariah bagi UMKM terpilih guna memperluas akses permodalan.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi transaksi dan pendapatan daerah, Bank Indonesia Balikpapan terus mendorong percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), khususnya pada sektor strategis seperti pasar, parkir, dan transportasi.
“Kami juga terus mengedukasi masyarakat terkait penggunaan QRIS dan perlindungan konsumen, serta memperkuat ekosistem keuangan digital yang inklusif melalui program SEMARAK QRIS,” tambahnya.
Untuk memastikan ketersediaan uang layak edar, KPwBI Balikpapan mengoptimalkan layanan kas melalui program SERAMBI, kas keliling terpadu, kas keliling susur pantai, serta layanan penukaran berbasis kecamatan melalui aplikasi PINTAR. Program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah juga terus diperluas melalui berbagai inovasi.
Sepanjang 2026, KPwBI Balikpapan turut mendukung sejumlah agenda strategis, antara lain Pekan Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional (PESAN) 2026, MAHLIGAI NUSANTARA 2026, serta Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat UMKM, ekonomi syariah, dan ekosistem keuangan digital di daerah.
“Dengan sinergi yang kuat dan berkelanjutan, kami optimistis stabilitas harga dapat terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat secara inklusif dan berkelanjutan,” tutup Robi Ariadi.(**)












Discussion about this post