TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum mengajak TVRI Kaltara bersinergi dengan pemerintah daerah serta TNI/Polri untuk menyukseskan Kick Off Piala Dunia 2026 yang dirangkaikan dengan jalan sehat pada Minggu, 1 Februari 2026 di Car Free Day (CFD) Tebu Kayan.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menerima audiensi TVRI Kaltara yang dipimpin Kepala Stasiun TVRI Kaltara Agung Kameswara di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (29/1).
Gubernur menyampaikan bahwa penunjukan TVRI sebagai stasiun penyiaran resmi Piala Dunia 2026 merupakan momen penting bagi dunia penyiaran nasional, sekaligus peluang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Kaltara dalam ajang olahraga dunia.
“TVRI memiliki peran strategis sebagai media pemersatu bangsa apalagi dalam perhelatan besar seperti Piala Dunia,” kata Gubernur Zainal.
Didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., Zainal mendorong TVRI untuk berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltara, termasuk melalui penayangan pertandingan di videotron.
Ia juga berharap dukungan TNI/Polri agar suasana Piala Dunia dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke akar rumput di Bumi Benuanta.
“Antusiasme masyarakat Kaltara terhadap sepak bola sangat tinggi, terlihat dari ramainya penonton saat laga Timnas Indonesia yang lalu di berbagai lokasi, termasuk di lapangan agatis dan videotron Kantor Gubernur,” ujarnya.
Selain meningkatkan semangat masyarakat, kegiatan Kick Off Piala Dunia 2026 ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui kehadiran pelaku UMKM.
“Kick Off Piala Dunia 2026 akan dilaksanakan serentak pada 1 Februari 2026. Saya mengajak seluruh masyarakat Kaltara untuk datang dan ikut memeriahkan kegiatan ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, FIFA World Cup 2026 akan diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara tuan rumah yaitu Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. (dkisp)















Discussion about this post