TARAKAN, Fokusborneo.com – Pertumbuhan kredit di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan performa impresif sepanjang tahun 2025.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengungkapkan bahwa secara total kredit di Bumi Benuanta tumbuh sebesar 68,24% (yoy).
Hal tersebut disampaikan Hasiando dalam pertemuan silaturahmi bersama awak media di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (30/1/26).
Ia menyebutkan capaian ini mencerminkan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan sangat baik di wilayah tersebut.
Dilihat dari jenisnya, lonjakan pertumbuhan paling signifikan terjadi pada kredit investasi yang mencapai angka fantastis, yakni 162,05%. Pertumbuhan ini didorong geliat sektor riil, terutama di lapangan usaha pertambangan dan industri pengolahan.
”Pangsa kredit terbesar ada pada sektor pertambangan dan industri pengolahan yang menyerap sekitar 40,12% dari total kredit di tahun 2025,” ujar Hasiando.
Meskipun pertumbuhan kredit melonjak tajam, risiko kredit tetap terkendali. Rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di Kaltara berada pada level 2,14%, masih jauh di bawah batas aman (threshold) sebesar 5%.
Berbanding terbalik dengan penyaluran kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencakup tabungan, deposito, dan giro justru mengalami perlambatan atau kontraksi sebesar 3,78%.
Hasiando menjelaskan walaupun tabungan tetap tumbuh positif, instrumen giro dan deposito mengalami penurunan. Berdasarkan survei Bank Indonesia, ada kecenderungan deposan beralih ke instrumen investasi lain seperti emas, menyusul kenaikan harga komoditas tersebut yang signifikan.
Meski DPK lokal melambat, pembiayaan kredit di Kaltara tetap terjamin. Hal ini didukung oleh pendanaan dari perbankan di luar daerah yang memiliki lokasi proyek di wilayah Kaltara.
Secara umum, KPwBI Kaltara menilai stabilitas sistem keuangan di Kaltara masih dalam kondisi yang sangat baik. Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga keseimbangan antara fungsi intermediasi perbankan dan kualitas kredit.
Selain fokus pada perbankan, Bank Indonesia Kaltara juga terus mengawal program-program strategis lainnya seperti pengedaran uang rupiah hingga ke wilayah pelosok, pengembangan UMKM Syariah, dan digitalisasi sistem pembayaran.(*/mt)














Discussion about this post