BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah bahan pokok di halaman Gedung Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Februari 2026 sebagai upaya menekan laju inflasi menjelang Ramadan.
Pasar murah tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA dan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau guna membantu meringankan beban masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri, mengatakan sejumlah komoditas utama disiapkan dalam kegiatan ini, antara lain beras, telur, daging ayam, gula pasir, serta minyak goreng curah. Selain itu, bahan pokok penting (bapokting) berupa gas LPG 3 kilogram juga tersedia melalui dukungan Pertamina Patra Niaga.
“Untuk komoditas hortikultura seperti sayuran dan cabai, kami bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan,” ujar Haemusri saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, pasar murah ini merupakan bagian dari strategi kebijakan TPID dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Menurut Haemusri, para distributor yang terlibat dalam pasar murah memberikan potongan harga langsung yang bervariasi, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp10.000 per item, tergantung jenis komoditas.
Saat ini, pasar murah masih dipusatkan di satu lokasi. Namun, Pemerintah Kota Balikpapan berencana kembali menggelar kegiatan serupa menjelang Ramadan dengan cakupan yang lebih luas dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin).(oc)















Discussion about this post