TARAKAN – Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Tarakan pada Jumat (13/2/2026) pagi.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita serta pelepasan secara resmi kendaraan operasional SPPG oleh Kapolres Tarakan AKBP S. Manik didampingi istri, Walikota Tarakan Khairul, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus, serta OPD terkait.
Peresmian ini juga dilakukan secara serentak melalui sambungan video conference bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri dan jajaran Polri lainnya, yang juga mencakup kegiatan ground breaking gudang pangan.
Fasilitas dapur yang berlokasi di Jl. Halmahera, Ladang, Kelurahan Pamusian ini merupakan lahan hasil koordinasi dengan Pertamina dan Pemkot Tarakan, untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
“Saat ini, proses pengalihan aset sedang diusulkan ke Kementerian Keuangan untuk menjadi milik Kepolisian sepenuhnya,” sambungnya.
Kapolres menjelaskan bahwa operasional dapur sudah berjalan selama satu minggu dengan jumlah penerima manfaat yang terus meningkat secara bertahap.
“Pada Minggu pertama ini melayani sekitar 600 manfaat, Minggu kedua meningkat menjadi 1.439 penerima, kemudian target akhir melayani 3.000 penerima manfaat,” terangnya kepada media.
Saat ini, layanan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tarakan telah menjangkau sembilan sekolah yang terdiri dari 5 TK, 2 SD, 1 SMP, dan 1 SMA, serta 4 Posyandu di wilayah Tarakan. Beberapa sekolah yang menjadi sasaran pengantaran antara lain di wilayah Kampung Satu, seperti KB TK Si Jempol dan SMK Kesehatan.
Untuk menjaga kualitas makanan, Dapur SPPG melibatkan ahli gizi dalam setiap proses pengolahannya. AKBP Erwin S. Manik menegaskan bahwa Polres Tarakan akan melakukan pengawasan ketat secara teknis maupun kesehatan.
“Kami dari Polres Tarakan melakukan penguatan fungsi pengawasan saja. Secara teknis sudah ada Kepala SPPG dan ahli gizinya, namun kami juga meminta fungsi Dokkes (Dukungan Kesehatan) untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi,” ujar Kapolres.
Operasional dapur ini didukung oleh 40 tenaga kerja lokal dan sarana transportasi berupa armada motor serta mobil untuk memastikan distribusi makanan sampai tepat waktu kepada para siswa dan warga. (**)













Discussion about this post