TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Pertanyaan besar mengenai ke mana arah pembangunan Kabupaten Tana Tidung kini tengah menjadi sorotan utama.
Melalui forum strategis bertajuk “Quo Vadis Tana Tidung”, Inspektorat daerah berupaya membedah peta jalan tata kelola pemerintahan demi memastikan pembangunan tidak kehilangan arah.
Hadir dalam forum tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Vamelia, memberikan perspektif tajam mengenai masa depan kabupaten ini.
Baginya, tema “Quo Vadis” bukan sekadar pertanyaan retoris, melainkan sebuah panggilan untuk melakukan revolusi mental dalam birokrasi.
Vamelia menekankan keberanian untuk mengevaluasi diri secara terbuka adalah syarat mutlak bagi kemajuan.
Ia berharap forum ini menjadi titik balik bagi perbaikan kualitas pelayanan publik di Tana Tidung.
”Kita tidak sedang sekadar bertanya ‘mau ke mana Tana Tidung’, tapi kita sedang menetapkan standar baru. Forum ini adalah momen jujur untuk melihat cermin; apakah tata kelola kita sudah cukup bersih untuk membawa masyarakat menuju kesejahteraan yang dijanjikan,” ujarnya.
Menurut Vamelia, tantangan terbesar pemerintah daerah saat ini bukan hanya soal keterbatasan anggaran, melainkan soal menjaga kepercayaan publik.
Ia mengingatkan akuntabilitas harus menjadi napas dalam setiap kebijakan yang diambil.
”Rakyat tidak hanya butuh melihat pembangunan fisik, mereka butuh rasa percaya. Transparansi itu bukan beban birokrasi, melainkan cara kita menghargai hak masyarakat untuk tahu bahwa setiap rupiah di Bumi Upuntaka dikelola dengan benar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Politisi PAN itu menyoroti peran vital Inspektorat sebagai benteng pertahanan good governance.
Ia berharap sistem pengawasan tidak lagi kaku, melainkan mampu bergerak adaptif mengikuti dinamika zaman. Dengan tata kelola yang bersih, Vamelia optimis pintu bagi program-pun strategis dari level nasional maupun provinsi akan terbuka lebih lebar.
”Jika rumah tangga kita tertib dan akuntabel, saya yakin dukungan program dari Provinsi maupun Pusat akan mengalir jauh lebih deras ke Tana Tidung. Namun, ini butuh sinergi Kabupaten dan Provinsi harus berada dalam satu frekuensi agar tidak ada program yang sia-sia di tengah jalan,” pungkasnya.
Melalui forum ini, besar harapan agar Tana Tidung tidak hanya tumbuh secara administratif, tetapi benar-benar melangkah lebih cepat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya menyentuh hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.(*/mt)















Discussion about this post