TARAKAN – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalimantan Utara menyampaikan bahwa awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 H/2026 M jatuh pada tanggal 18 Februari.
Penetapan ini didasarkan pada perhitungan Hisab yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah pusat, dan diperkirakan pelaksanaan awal puasa Muhammadiyah akan ada potensi perbedaan waktu dengan pemerintah dan organisasi Islam lainnya.
Ketua PW Muhammadiyah Kaltara, Syamsi Sarman, menjelaskan bahwa perbedaan ini sangat mungkin terjadi karena posisi hilal pada waktu pemantauan diprediksi masih relatif rendah atau kecil.
“Bagi yang menggunakan metode Rukyatul Hilal (melihat bulan), kemungkinan akan sulit melihat hilal yang masih kecil tersebut, sehingga ada peluang pemerintah dan NU memulai Ramadan pada keesokan harinya, yakni 19 Februari,” ujar Syamsi, Rabu (11/2/2026).
Menyikapi potensi perbedaan tersebut, Syamsi mengimbau seluruh umat Islam di Kalimantan Utara untuk tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi yang selama ini sudah berjalan dengan sangat baik.
Di wilayah Tarakan sendiri, terdapat sekitar 15 masjid di bawah naungan Muhammadiyah yang telah siap menyelenggarakan ibadah shalat Tarawih hingga pelaksanaan Idul Fitri nanti. Masjid-masjid ini tersebar di berbagai titik, mulai dari kawasan Juata Laut, Mamburungan, hingga Pantai Amal.
Syamsi Sarman menyampaikan terkait kesiapan ibadah di lingkungan Muhammadiyah Kaltara sendiri saat ini sudah siap. Seluruh imam dan khatib yang bertugas adalah ustaz-ustaz lokal, tanpa mendatangkan imam dari luar daerah.
Meski dikelola oleh Muhammadiyah, seluruh masjid terbuka lebar bagi masyarakat umum yang ingin beribadah.
Adapun jumlah warga Muhammadiyah di Kaltara diperkirakan mencapai puluhan ribu orang yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Syamsi menegaskan bahwa perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. “Yang shalat Tarawih lebih dulu tetap tenang, dan yang belum pun tetap menghormati. Toleransi di antara kita sudah sangat bagus,” pungkasnya. (**)














Discussion about this post