SEBATIK, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Ladullah, menggelar kegiatan reses masa persidangan tahun 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat di Pulau Sebatik.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Hassanah, Senin (16/2/26), dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader dan simpatisan PKS hingga warga umum.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan sektor pertanian, khususnya kelapa sawit, menjadi topik utama yang dikeluhkan warga. Mengingat hampir 50 persen penduduk Sebatik bergantung pada sektor ini, kendala distribusi pupuk isu krusial yang mendesak untuk diselesaikan.
H. Ladullah mengungkapkan para petani sawit di perbatasan masih kesulitan mendapatkan pasokan pupuk yang memadai. Selama ini, petani mengandalkan pasokan dari dalam negeri serta memanfaatkan kearifan lokal dengan mendatangkan pupuk dari negara tetangga, Malaysia.
”Selama ini ada (pupuk) dari Indonesia, ada juga dari Malaysia. Di Sebatik ini ada kearifan lokal. Saya kira tidak menyalahi jika digunakan sendiri di wilayah Sebatik agar produksi petani tetap berjalan,” ujar H. Ladullah.
Politisi PKS itu juga menekankan perlunya evaluasi distribusi, karena selama ini pupuk subsidi lebih banyak dialokasikan untuk tanaman hortikultura, sementara petani sawit di perbatasan seringkali tidak terakomodasi dengan baik.
”Harapan petani adalah bagaimana penyaluran pupuk dimudahkan dan pemasaran buah sawit lancar tanpa kendala birokrasi yang berbelit,” tambahnya.
Mengurai persoalan tersebut, Ladullah mendorong pemerintah agar memastikan pupuk khusus sawit bisa sampai ke wilayah perbatasan secara lancar.
“Permintaan masyarakat meminta pemerintah provinsi hadir dalam menjaga stabilitas harga dan kemudahan akses sarana produksi,” pungkasnya.
Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, H. Ladullah berkomitmen untuk membawa seluruh catatan reses ini ke dalam sidang paripurna DPRD Kaltara.
”Harapan saya, apa yang disampaikan masyarakat hari ini bisa saya teruskan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Kita dorong agar segera ada tanggapan dan solusi nyata, sehingga masyarakat perbatasan bisa menikmati hasil kebun dan laut mereka dengan maksimal,” tutupnya.(*/mt)















Discussion about this post