TARAKAN, Fokusborneo.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Syamsuddin Arfah, menegaskan komitmennya untuk mengawal keterbukaan informasi lowongan kerja bagi putra-putri daerah.
Hal ini disampaikan dalam agenda reses masa persidangan tahun 2026 yang berlangsung di Kedai Celebes, Jalan Halmahera, Pamusian, Kota Tarakan, Senin (16/2/26).
Pertemuan yang dihadiri mahasiswa dan perwakilan remaja masjid tersebut, didominasi keluhan mengenai sulitnya menembus dunia kerja di Kaltara akibat sistem rekrutmen yang dianggap tertutup.
Syamsuddin mengungkapkan kegelisahan utama pemuda saat ini adalah akses informasi lowongan kerja yang tidak merata. Banyak pemuda merasa kalah sebelum bertanding karena informasi rekrutmen seringkali hanya berputar di lingkaran tertentu.
”Masalah utama yang mereka suarakan adalah tenaga kerja. Mereka ingin akses bekerja di tanah sendiri dibuka lebar,” ujar Syamsuddin.
Ia menambahkan, meski regulasi yang memprioritaskan tenaga kerja lokal Kaltara sudah tersedia, efektivitasnya sangat bergantung pada pengawasan dan transparansi perusahaan maupun instansi terkait.
“Seringkali pengumuman loker itu tidak transparan hanya orang dalam yang tahu, lalu tiba-tiba posisi sudah terisi. Ini yang mereka minta untuk dibongkar,” tegasnya.
Politisi PKS itu berjanji akan membawa tuntutan ini ke meja legislatif agar sistem rekrutmen di Kaltara lebih akuntabel dan berpihak pada pencari kerja lokal.(*/mt)













Discussion about this post