NUNUKAN, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, mengawali rangkaian reses perdana tahun 2026 dengan menyambangi masyarakat di pelosok Kabupaten Nunukan. Titik pertama yang menjadi sasaran adalah Desa Harapan, Kecamatan Sebuku, Senin (16/2/26).
Kehadiran legislator dari Komisi II Fraksi PKS ini disambut antusiasme luar biasa. Bertempat di kediaman Kapten Purnawirawan Burhan, lebih dari 100 warga yang terdiri dari tokoh adat, tokoh pemuda, hingga tokoh wanita memadati lokasi sejak pukul 16.00 Wita.
Suasana dialog berlangsung hangat dan sarat kekeluargaan. Menariknya, warga Desa Harapan mengaku haru sekaligus bangga. Pasalnya, kehadiran Muhammad Nasir dinilai sebagai momen langka di mana seorang wakil rakyat tingkat provinsi bersedia turun langsung menyapa mereka di tengah keterbatasan akses.
“Kami sangat bersyukur. Baru kali ini ada Anggota DPRD Provinsi yang datang langsung ke Desa Harapan untuk mendengar keluhan kami secara tatap muka,” ungkap salah satu tokoh adat setempat, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari warga.
Dalam sesi serap aspirasi tersebut, kebutuhan dasar menjadi sorotan utama. Warga SP3 Desa Harapan secara lugas menyuarakan urgensi akses air bersih dan jaringan PDAM yang hingga kini belum menyentuh pemukiman mereka.
Tak hanya infrastruktur dasar, isu keselamatan pendidikan juga mencuat. Warga mengusulkan pengadaan bus sekolah untuk meminimalisir penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur.
Kekhawatiran ini didasari atas kejadian kecelakaan lalu lintas yang baru-baru ini menimpa pelajar di wilayah tersebut.
Sejumlah usulan strategis lainnya turut dicatat, antara lain perbaikan jalan usaha tani dan kepastian ketersediaan pupuk subsidi. Renovasi rumah ibadah (Masjid dan Gereja). Serta program beasiswa bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Muhammad Nasir menegaskan seluruh masukan warga adalah amanah politik yang akan dikawal secara serius. Ia menjelaskan dirinya akan menggunakan pendekatan kolaboratif untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
“Aspirasi ini adalah amanah. Untuk hal-hal yang menjadi kewenangan kabupaten, saya akan sampaikan langsung kepada Bupati Nunukan. Saya juga akan berkoordinasi intensif dengan bapak Said Hasan, anggota DPRD Nunukan dari PKS Dapil IV, agar kita bisa berjuang bersama secara linear,” tegas Nasir.
Sementara untuk urusan yang menjadi ranah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Nasir memastikan akan memperjuangkannya melalui mekanisme pembahasan anggaran di legislatif secara bertahap.
“Reses ini bukan sekadar agenda formalitas. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat di pelosok, seperti di Desa Harapan ini, mendapatkan hak pembangunan yang merata,” pungkasnya.
Kegiatan di Kecamatan Sebuku ini merupakan titik awal dari lima lokasi reses yang dijadwalkan Muhammad Nasir di Kabupaten Nunukan, guna memastikan pembangunan di wilayah perbatasan Kaltara semakin berpihak pada rakyat kecil.(*/mt)















Discussion about this post