TARAKAN – Jenazah Capt. Hendrik Ludwing Adam, pilot pesawat Pelita Air dengan nomor registrasi PK-PAA yang mengalami musibah kecelakaan di kawasan berbukit dekat Bandara Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, akhirnya berhasil di evakuasi dan dibawa ke Tarakan.
Pelita Air mengalami kecelakaan pada Kamis (19/2/2026) dan baru saja menyelesaikan tugas pendistribusian BBM ke wilayah Krayan.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Anang Busra, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, menyampaikan bahwa jenazah korban telah tiba di Tarakan menggunakan pesawat MAF (PK-MEE) pada pukul 12.25 WITA, setelah bertolak dari Long Bawan pukul 11.38 WITA.
Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo merinci alur pergerakan evakuasi jenazah, pada pukul 10.20 WITA Pesawat MAf berangkat dari Tarakan menuju Long Bawan.
Pukul 11.10 WITA, pesawat tiba di Long Bawan untuk menjemput jenazah. Selanjutnya pada Pukul 12.25 WITA Pesawat mendarat kembali di Lanud Anang Busra.
Pasca landing, Jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans TNI AU menuju tempat pemulasaran di Gunung Lingkas untuk kemudian dipersiapkan menuju terminal kargo.
“Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 14.35 WITA untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Bogor,” ujar Danlanud.
Danlanud menekankan bahwa kelancaran operasi SAR ini merupakan buah dari koordinasi yang sangat baik antara TNI AU, Basarnas (Kakansar), Polri, AirNav, BMKG, pihak bandara, manajemen Pelita Air, TNI, Polri, dan masyarakat.
Medan evakuasi di lapangan diakui cukup menantang. Lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar 3-5 km dari area bandara dengan kondisi geografis berbukit, terjal, dan licin. Namun, berkat kerja sama personel di lapangan, termasuk dukungan dari masyarakat setempat, jenazah dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
“Kami dari Angkatan Udara mendukung penuh proses ini sejak awal kejadian. Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kolaborasi erat antar-stakeholder membuat proses ini berjalan cepat dan lancar,” tambah Marsma TNI Andreas.
Dalam kesempatan ini ucapan bela sungkawa juga disampaikan seluruh stakeholder yang hadir, baik itu manajemen Pelita Air, Basarnas Tarakan, Bandara Juwata Tarakan, AirNav, KNKT, dan lainnya
(**)













Discussion about this post