NUNUKAN – Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional di wilayah perbatasan, jajaran Polres Nunukan, Polda Kaltara, melalui Polsek Sebatik Barat melaksanakan monitoring intensif terhadap proses pascapanen jagung pipil. Kegiatan penjemuran dan pengeringan hasil panen ini berlangsung di depan Mako Polsek Sebatik Barat, Jalan Binasalam RT 08, Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan monitoring dipimpin langsung oleh Wakapolsek Sebatik Barat, Ipda Idris, bersama personel Polsek Sebatik Barat dan Ali selaku pengelola.
Monitoring dilakukan terhadap hasil panen jagung di atas lahan seluas 0,4 hektare. Diketahui, lahan tersebut mulai ditanami pada 20 Februari 2026 dan telah dipanen pada Rabu, 3 Juni 2026 lalu. Saat ini, seluruh hasil panen memasuki fase penjemuran guna memastikan kadar air menurun sebelum dilakukan proses pemipilan dan penimbangan akhir.
”Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan proses pengeringan berjalan optimal. Kualitas jagung harus tetap terjaga dengan baik sebelum masuk ke tahapan berikutnya agar nilai jual dan manfaatnya bagi masyarakat bisa maksimal,” ujar Ipda Idris.
Dari hasil evaluasi di lapangan, proses produksi pada Kuartal I Tahun Anggaran 2026 ini menghadapi beberapa tantangan alam. Petugas mencatat sekitar 45 persen tanaman jagung sempat mengalami gangguan akibat serangan hama monyet.
Selain faktor hama, struktur tanah yang keras di sebagian area lahan juga menyebabkan beberapa tanaman tumbuh kurang maksimal atau kerdil, sehingga memengaruhi total volume hasil panen kali ini.
Sebagai informasi, komoditas yang ditanam dalam program ketahanan pangan ini menggunakan benih jagung hibrida merek Hebat jenis ASA, yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Secara terpisah, Kapolres Nunukan menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan hanya sebagai pengawas, melainkan sebagai mitra pendamping masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Kaltara, khususnya Polres Nunukan, dalam mengawal program strategis pemerintah dari hulu hingga hilir.
Melalui pendampingan dan pengawasan pascapanen yang konsisten, Polri berharap dapat membantu petani meminimalisir kerugian serta memastikan program ketahanan pangan nasional di wilayah beranda terdepan NKRI dapat berjalan berkelanjutan. (**)















Discussion about this post