TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Longsor yang terjadi di kawasan Kebun Sayur, Desa Tidung Pala, Kecamatan Sesayap, mengakibatkan kerusakan pada rumah warga milik keluarga Desti. Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang belakangan didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, turun langsung meninjau lokasi kejadian untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan penanganan awal terhadap dampak longsor berjalan, Rabu (1/7/2027).
Sabri menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami warga terdampak. Ia mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim hujan yang masih berlangsung.
“Kami menyampaikan rasa cukup prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga Pak Desti. Saat ini kita sudah memasuki musim hujan, beberapa hari ini hujan dan angin cukup sering terjadi, sehingga kepada masyarakat yang bermukim di wilayah rawan longsor kami imbau untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Sabri.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama unsur terkait saat ini melakukan penanganan awal melalui kerja gotong royong di lokasi kejadian, termasuk pembersihan material longsor serta membantu kebutuhan sementara keluarga terdampak.

“Untuk saat ini kita melakukan kerja gotong royong membersihkan lokasi longsor dan membantu keluarga yang terdampak. Kita berharap dalam satu sampai dua hari ke depan penanganan awal ini bisa selesai, dan sementara kita juga menyiapkan tempat untuk mereka beristirahat beberapa hari ke depan,” lanjutnya.
Berdasarkan laporan keluarga, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kerugian yang dialami warga hanya berupa kerusakan dan kehilangan barang-barang yang tidak dapat diselamatkan.
“Tidak ada korban jiwa, tidak ada luka-luka. Hanya kerugian materi yang tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.
Terkait langkah lanjutan, pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Tidung untuk penanganan lebih lanjut bagi warga terdampak.
“Kita masih koordinasikan dengan BPBD, mudah-mudahan ada bantuan yang bisa segera diberikan untuk meringankan beban warga terdampak,” katanya.
Disinggung mengenai potensi relokasi warga di kawasan rawan longsor tersebut, Sabri menyebut hal itu masih dalam tahap pembahasan internal pemerintah daerah.
“Untuk relokasi belum ada keputusan, tapi kemungkinan itu bisa saja dipikirkan. Nanti akan kita diskusikan lebih lanjut, karena yang utama adalah keselamatan warga masyarakat di lokasi tersebut,” pungkasnya. (hr)














Discussion about this post