TARAKAN — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Alam Tarakan memastikan pasokan air bersih bagi warga Kota Tarakan berada dalam kondisi aman dan mencukupi di awal musim kemarau bulan Agustus 2026 ini. Curah hujan yang terbilang tinggi pada akhir Juli lalu membuat seluruh ketersediaan air baku di embung dan bendungan terisi penuh hingga melimpah (limpash).
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa cadangan air baku saat ini sanggup bertahan setidaknya hingga awal September 2026 mendatang, bahkan jika tidak ada hujan sama sekali selama satu bulan ke depan.
“Kondisi air PDAM sekarang posisinya aman. Hampir semua embung dan bendungan level airnya bagus. Contohnya Bendungan Binalatung dan empat embung lainnya posisinya limpash atau penuh terbuang,” ujar Iwan saat ditemui wartawan, Selasa (4/8/2026).
Iwan menjelaskan, musim kemarau di Tarakan secara umum terjadi pada bulan Agustus. Namun, adanya hujan di akhir Juli lalu sangat membantu memenuhi volume tampungan air di berbagai titik penampungan, seperti di Kampung Satu dan Binalatung.
Sesuai pola dan tren iklim tahunan di Tarakan tanpa adanya anomali cuaca, curah hujan diprediksi mulai kembali turun pada pertengahan September, lalu meningkat pada Oktober, dan mencapai puncaknya pada November hingga Februari.
“Jika di bulan Agustus ini sempat ada hujan beberapa kali, Insya Allah Tarakan akan aman dari ancaman kekeringan. Mudah-mudahan trennya bagus dan kita berdoa hujan tetap turun secara rutin,” terangnya.
Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan jika terjadi kemarau panjang, kawasan perkotaan, daerah dataran tinggi atau pegunungan, serta titik ujung pesisir biasanya menjadi wilayah yang paling cepat merasakan dampaknya. Namun, ia menegaskan tidak akan ada penghentian atau pemadaman distribusi air secara masif.
“Embung Indulung dan Bengawan merupakan salah satu penopang terbaik kita, bahkan saat kondisi kering masih mampu menyuplai air baku. Paling yang terjadi nanti hanya penurunan kapasitas produksi, tidak ada mati masif,” tegasnya.
Saat ini, Perumda Tirta Alam Tarakan melayani sekitar 57.000 sambungan pelanggan. Berdasarkan perhitungan statistik dengan estimasi rata-rata 4 jiwa per rumah tangga, tingkat keterlayanan air bersih di Kota Tarakan telah mencapai di atas 92%.
Peningkatan kapasitas dan kualitas layanan ini juga dicapai berkat perbaikan infrastruktur pengolahan yang dilakukan secara bertahap. Iwan menyebutkan, seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM yang sebelumnya sempat mangkrak atau mengalami kerusakan—baik rusak ringan maupun berat—saat ini telah selesai diperbaiki dan telah beroperasi penuh.
“Sudah tidak ada lagi IPA di PDAM yang nganggur atau rusak. Semuanya sudah kami perbaiki dan berproduksi,” tambah Iwan.
Guna menjaga ketahanan air baku dalam jangka panjang seiring pertumbuhan kota, Balai Wilayah Sungai (BWS) juga berencana membangun Embung Sungai Maya di wilayah Juata. Embung baru ini disiapkan khusus untuk mendukung kawasan kompleks pemerintahan yang baru. (**)
Adapun sekitar 8% kawasan yang belum terjangkau jaringan PDAM umumnya merupakan wilayah perumahan baru di lokasi terisolasi atau daerah dataran tinggi yang belum terpasang perpipaan utama. (**)














Discussion about this post