BULUNGAN, Fokusborneo.com – Pemanfaatan lahan di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mulai menunjukkan hasil. Yonif TP 880/Banuanta menggelar panen perdana sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Panen perdana tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembinaan teritorial yang diarahkan pada pemberdayaan wilayah dan masyarakat. Lahan yang dikelola untuk kegiatan pertanian mulai menghasilkan komoditas yang dapat dimanfaatkan.
Komandan Yonif TP 880/Banuanta, Letkol Inf Khabibur Rosyad, mengatakan panen perdana menjadi tahap penting untuk melihat hasil dari proses pengelolaan lahan yang telah dilakukan personel bersama pihak terkait.
“Panen perdana ini menjadi gambaran dari proses yang sudah kami jalankan sejak persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan. Hasil yang diperoleh menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk bagaimana lahan ini dapat terus dimanfaatkan secara produktif,” ujarnya.
Menurut Khabibur, pengelolaan lahan pertanian membutuhkan proses berkelanjutan. Hasil panen perdana tidak semata dilihat dari jumlah produksi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola pengelolaan pada musim tanam berikutnya.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kegiatan pertanian di wilayah Desa Apung. Pendampingan dan kerja bersama diharapkan dapat membuat lahan produktif terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Pertanian membutuhkan ketekunan dan perawatan secara terus-menerus. Dari panen perdana ini kami bisa melihat apa yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Selanjutnya produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan Yonif TP 880/Banuanta terhadap ketahanan pangan. Pengembangan lahan pertanian di tingkat wilayah dinilai dapat membantu ketersediaan pangan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi setempat.
Khabibur menambahkan, pengelolaan lahan akan diarahkan agar tetap berkelanjutan dengan menyesuaikan kondisi wilayah dan potensi komoditas yang dapat dikembangkan.
“Panen ini menjadi awal dari proses yang lebih panjang. Setelah melihat hasilnya, tentu ada evaluasi yang dilakukan, baik dari sisi pengelolaan lahan, perawatan maupun produktivitas. Harapannya, lahan ini dapat terus menghasilkan dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*/ik)













Discussion about this post