BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Upaya pemulihan kondisi kelistrikan di Kalimantan terus bergerak. PT PLN (Persero) mempercepat langkah penguatan pasokan listrik melalui optimalisasi pembangkit yang tersedia, penanganan unit yang mengalami gangguan, serta penambahan kapasitas pembangkit sewa sebesar 278 megawatt (MW) yang disiapkan secara bertahap.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kemampuan pasok listrik di tengah tantangan operasional sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan maupun menjalani pemeliharaan. Sejumlah langkah penanganan berjalan secara paralel agar tambahan kapasitas dapat segera mendukung kebutuhan listrik masyarakat.
Salah satu perkembangan yang telah dicapai adalah beroperasinya pembangkit sewa di Trisakti dengan kapasitas 20 MW dan Batulicin sebesar 10 MW. Dengan demikian, tambahan kapasitas sebesar 30 MW telah masuk dalam operasi Sistem Interkoneksi Kalimantan, menjadi bagian dari progres penguatan pasokan listrik yang terus dilakukan PLN.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan bahwa PLN menjalankan langkah pemulihan secara menyeluruh dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit.
“Pemulihan kelistrikan Kalimantan terus kami dorong melalui sejumlah langkah yang berjalan bersamaan. Kami tidak hanya fokus pada penanganan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan, tetapi juga mempercepat penambahan kapasitas baru. Saat ini, tambahan 30 MW di Trisakti dan Batulicin telah beroperasi, sementara tahapan penambahan berikutnya terus kami persiapkan,” ujar Chaliq.
Sebagai kelanjutan dari progres tersebut, dua unit pembangkit sewa tambahan di Batulicin dengan kapasitas total 30 MW saat ini dalam tahap pengiriman. Kedua unit ditargetkan mulai beroperasi pada minggu keempat Oktober 2026, setelah menyelesaikan proses pemasangan, pengujian, dan pemenuhan persyaratan teknis.
Penambahan kapasitas selanjutnya dalam Tahap I direncanakan berlangsung secara bertahap sepanjang November hingga Desember 2026. Adapun Tahap II dengan kapasitas 120 MW ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Desember 2026. Secara keseluruhan, tambahan pembangkit sewa yang disiapkan mencapai 278 MW, terdiri atas 158 MW pada Tahap I dan 120 MW pada Tahap II.
Chaliq menjelaskan, setiap tahapan penambahan kapasitas dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan unit, proses mobilisasi, serta pemenuhan persyaratan teknis sebelum pembangkit dioperasikan.
“Setiap tambahan kapasitas merupakan bagian dari proses yang kami kawal secara bertahap. Kami memastikan tahapan pemasangan dan pengujian dilakukan sesuai ketentuan agar unit dapat beroperasi dengan aman. Bersamaan dengan itu, koordinasi dengan pihak terkait terus diperkuat untuk mempercepat pelaksanaan setiap tahapan,” jelas Chaliq.
Selain menyiapkan pembangkit sewa, PLN terus mendorong pemulihan pembangkit eksisting melalui penanganan gangguan dan pelaksanaan pemeliharaan. Optimalisasi pembangkit yang tersedia juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan kebutuhan pasokan listrik. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pasok secara bertahap seiring dengan kesiapan pembangkit yang dapat beroperasi.
PLN memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih berdampak pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha di sejumlah wilayah. Atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, PLN menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen untuk terus mempercepat langkah penanganan.
“Kami memahami bahwa listrik memiliki peran penting dalam setiap aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kegiatan usaha. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan. Seluruh tim terus bekerja dan berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan, dengan perkembangan yang kami upayakan melalui penanganan pembangkit serta penambahan kapasitas secara bertahap,” tambah Chaliq.
Melalui langkah yang dilakukan secara paralel, PLN terus mendorong peningkatan kemampuan pasok listrik Kalimantan. Beroperasinya tambahan 30 MW, persiapan pengoperasian unit berikutnya, serta penyiapan total tambahan pembangkit sewa 278 MW menjadi bagian dari progres yang terus dikawal untuk mendukung pemulihan kondisi kelistrikan.
PLN berkomitmen melanjutkan koordinasi dan upaya teknis secara berkelanjutan, dengan mengutamakan keselamatan serta kesiapan operasional, agar perkembangan pemulihan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan khususnya Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.(**)













Discussion about this post