TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Upaya melestarikan olahraga tradisional menyumpit terus didorong agar semakin dikenal luas, termasuk hingga tingkat internasional. Salah satunya melalui Open Tournament Menyumpit dalam rangka HUT ke-81 Korps Brimob Polri yang digelar di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Mako Brimob Batalyon A Pelopor, Jalan Jelarai, Tanjung Selor. Wakil Ketua DPRD Bulungan, Tasa Gung, dipercaya menjadi ketua panitia kegiatan.
Saat ditemui Fokusborneo.com di sela silaturahmi dan Aruh Ganal keluarga besar Banjar Bulungan, Sabtu (10/10/2026), Tasa Gung mengatakan pendaftaran peserta mulai dibuka Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, menyumpit merupakan bagian dari tradisi masyarakat Dayak yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Tradisi yang dahulu digunakan untuk berburu dan mempertahankan diri itu kini berkembang menjadi olahraga tradisional yang dipertandingkan dalam berbagai ajang.
“Budaya Dayak tidak mengenal batas administrasi. Saya bangga olahraga tradisional tidak punah, justru semakin berkembang,” ujarnya.
Tasa Gung berharap turnamen ini dapat menarik peserta dari berbagai daerah sehingga menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga menyumpit kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, pelestarian budaya perlu melibatkan generasi muda agar tradisi tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas penyebaran informasi mengenai olahraga tradisional.
Sebagai anggota DPRD Bulungan, ia menegaskan dukungannya terhadap kegiatan yang mengangkat kearifan lokal, baik melalui pelestarian adat dan budaya maupun perlombaan tradisional.
“Saya sebagai anggota DPRD Bulungan akan terus mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan kearifan lokal untuk pelestarian adat budaya maupun perlombaan tradisional,” katanya.
Tasa Gung berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mewariskan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda.
“Terus lestarikan budaya seperti ini karena dapat menanamkan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda,” tutupnya.(*/hr)














Discussion about this post