TARAKAN – Jumlah masyarakat Tarakan yang berlangganan E-Parkir masih minim, sejak dilaunching awal Januari 2020 jumlah pelanggan baru mencapai 2.339 kendaraan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tarakan, Tarmiji mengatakan, minimnya jumlah parkir berlangganan lantaran karena kondisi pandemi Covid-19.
“Dalam tahun 2020 ada fluktuatif memang, karena pastilah berpengaruh dengan kondisi pandemi Covid-19, sehingga keterbatasan kita melakukan sosialisasi dan penjualan di daerah-daerah umum,” jelasnya, Rabu (9/9/2020).
Saat ini tempat penjualan parkir berlangganan baru satu yakni di Kantor BPRD Gedung Gadis II. Untuk sekali berlangganan berlaku selama satu tahun kendaraan R2 Rp 100 Ribu dan R4 Rp 200 Ribu.
Tarmiji mengatakan, secara keseluruhan yang sudah berlangganan itu data terakhir sampai bulan Juli 2020 ada 2.339 pelanggan terdiri dari kendaraan roda empat 393, roda dua 1.946 unit.
“Selama 2 bulan terakhir ini penjualannya cukup meningkat jadi selama sebulannya itu lebih 300-an, bulan Juli dan bulan Agustus sudah ada peningkatan penjualan,” katanya.
Pada bulan Juli 355 kemudian di bulan Agustus 390 sementara di bulan sebelumnya Mei 7 pelanggan, dan Juni 19 pelanggan.
“Kita mulai lagi melakukan sosialisasi terutama di beberapa perangkat daerah/instansi-instansi. Kami berharap seterusnya dengan melakukan sosialisasi penjualan secara berkala masyarakat yang berlangganan lebih meningkat lagi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan untuk sementara pelanggan terbanyak dari PNS meski belum 100%. Maka dari itu Diskominfo bersama Dishub masih terus berupaya untuk mengajak ASN agar ikut berlangganan E-Parkir.
“kalau kami sih berharapnya semua pns sudah berlangganan, kemudian akhir tahun ini juga ada pns yg akan habis masa berlaku berlangganannya, dan terus melanjutkan lagi, ini target kita kedepan,” imbuhnya.
Tarmiji menambahkan, Pemkot Tarakan akan mencoba membuka lagi alternatif pembayaran parkir ke tiga yakni menggunakan sistem non tunai.
Tahapan pertama pembayaran parkir konvensional menggunakan karcis, kedua E-Parkir dan nanti ketiganya menggunakan Q-RIS bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Perbankan. (wic/Iik)
















Discussion about this post