TARAKAN – Komisi 3 DPRD Provinsi Kalimantan Utara kembali melakukan memonitoring beberapa proyek Pemerintah Provinsi Kaltara yang ada di Kota Tarakan. Kali ini, mengecek pembangunan kanal Bandara Juwata Tarakan dan Gedung Binda Provinsi Kaltara, Kamis (4/2/21).
Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Kaltara Albertus Stefanus Marianus, ST. mengatakan pembangunan kanal Bandara Juwata Tarakan sudah masuk tahap kelima. Anggaran yang terserap untuk pembangunan kanal mulai tahun 2017 sampai 2020, mencapai Rp. 43 miliar dari total keseluruhan anggaran sebesar Rp. 183 miliar.
“Di tahun 2021 ini disiapkan anggaran kurang lebih Rp. 4,5 miliar untuk melanjutkan pembangunan sesuai dengan perencanaan. Itu untuk pekerjaan siring atau sheet pile kurang lebih sekitar 100 meter untuk kiri jalan. Kenapa ini diprioritaskan karena menyangkut aksesbilitas jalan supaya tidak runtuh terus,” kata Albertus ditemui usai monitoring.
Albertus menambahkan usai melakukan monitoring ini, Komisi 3 DPRD Provinsi Kaltara akan melakukan pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemprov Kaltara untuk meminta klarifikasi terkait data yang ditemukan dilapangan.
“Kontraknya akan kita cek semuanya apa sudah sesuai dengan tahapan yang ada. Berdasarkan feasibility study nya, Kanal Bandara itu multiguna diharapkan nantinya akses dari Bandara bisa masuk kemudian pemanfaatan dari pada kanal itu juga bisa untuk transportasi laut yang ada. Kedepanya akan disinergikan dengan kepentingan-kepentingan dari masyarakat,” beber Albertus.

Ia menjelaskan pemanfaatan kanal ini, untuk pengendalian banjir di Kota Tarakan setiap turun hujan deras. Upaya ini akan diperjuangkan Komisi 3 DPRD Provinsi Kaltara saat melakukan pembahasan anggaran dengan Pemprov Kaltara agar manfaat pembangunan kanal bisa dirasakan masyarakat.
“Karena ini pembangunannya tahun tunggal bukan multiyear dan disesuaikan dengan anggaran yang ada serta visi misi kepala daerah. Ini perlu bersinergi dengan pemerintah karena ini merupakan salah satu hal yang strategi bagi masyarakat Tarakan dan ini menjadi salah satu target prioritas perlu diselesaikan,” ujar Albertus.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Pemprov Kaltara Tri Wahyudi Wibowo mengungkapkan progres pembangunan kanal Bandara Juwata Tarakan baru sekitar 10 sampai 15 persen. Kanal Bandara dengan lebar 45 meter dan panjang 2.000 meter, manfaatnya multifungsi. Selain untuk pengendalian banjir, juga untuk moda transportasi dengan didukung Pelabuhan.
“Targetnya secepatnya selesai tapi disesuaikan anggaran. Tahun depan ini kita dorong dapat dana alokasi khusus (DAK). Mudah-mudahan bisa diakomodir oleh Kementerian supaya progresnya bisa lebih cepat,” ucap Tri.
Sementara itu, pekerjaan pembangunan kanal Bandara Juwata Tarakan yang sudah menghabiskan anggaran Rp. 43 miliar dari APBD Provinsi Kaltara, digunakan untuk penggalian pelebaran kanal, kolam sendimen, penahan gelombang air laut yang terletak diujung kanal berhadapan dengan laut.(Iik)















Discussion about this post