TANA TIDUNG – Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali bersama Ketua PKK Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim Ali mendapat kunjungan Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara dan Bawaslu Kabupaten Tana Tidung, di ruang kerja Bupati, Kamis (17/3/2022).
Dalam kesempatan ini Ketua PKK KTT, Vamelia Ibrahim Ali menyampaikan tentang keterlibatan kaum perempuan baik sebagai pemilih, pengawasan, dan sebagai peserta penyelenggara masih kurang dari 30 persen.
“Perempuan masih menjadi kelas dua (subordinat) dalam perpolitikan. Meskipun ada aturan kuota minimal 30% caleg perempuan di setiap dapil, namun itu belum mampu mendongkrak jumlah perempuan yang lolos ke parlemen, karena kalah bersaing dengan caleg laki-laki dalam Pemilu Legislatif (Pileg),” ujar Ny Vamelia.
Ketua PKK Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim Ali mengatakan, salah satu penyebab kurangnya kiprah perempuan di dunia politik karena tidak memiliki latar belakang pendidikan politik praktis. Menjadikan kemampuan berkomunikasi dengan konstituen sangat rendah yang akhirnya tersingkir dalam Pileg.
“Pemilih wanita Alhamdulillah tahun lalu sudah sangat berperan serta dengan baik kendalanya memang untuk caleg perempuan sangat berat,” ungkapnya.
Ketua PKK Tana Tidung Vamelia berharap calon legislatif dari kaum perempuan kedepannya bisa menjadikan contoh untuk masyarakat Kabupaten Tana Tidung dan tokoh tokoh perempuan di Kabupaten Tana Tidung bisa ikut serta dalam pemilu di 2024.
Kalaupun ada caleg perempuan yang lolos ke parlemen, kebanyakan masih lemah dalam bernegosiasi, tawar menawar sehingga berpengaruh terhadap tugas dan fungsinya sebagai perempuan legislator, baik dalam fungsi budgeting, legislasi dan pengawasan. “Pendidikan politik bagi perempuan terutama caleg perempuan yang akan mengikuti kontestasi Pileg 2024 menjadi sangat penting,” kata Vamelia kepada Fokusborneo.com.
Vamelia mengakui, salah satu kendala yang dihadapi caleg perempuan adalah biaya demokrasi yang sangat tinggi. Namun hal itu bisa disiasati caleg perempuan dengan rajin menyapa konstituen, peka terhadap permasalahan yang dihadapi konstituen dan berupaya mencari jalan keluar.
“Perempuan itu sebenarnya luwes, dimanapun bisa melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan konstituen. Kalau itu bisa dilakukan, caleg akan mendapat simpati pemilih dan biaya Pemilu bisa ditekan,” katanya.
Ketua PKK Tana Tidung Vamelia Ibrahim Ali berharap, para caleg perempuan siap dan mempunyai kemampuan untuk berkontestasi pada Pileg 2024
diharapankan anggota legislatif perempuan di DPRD Tana Tidung bertambah jumlahnya dan semakin berkualitas,” pungkasnya. (her/Iik)















Discussion about this post