Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Advetorial · 2 Agu 2022 18:47 WITA ·

Bakal Libatkan Lembaga Independen


Bakal Libatkan Lembaga Independen Perbesar

TARAKAN – Penulisan buku Sejarah lahirnya Kalimantan Utara (Kaltara) akan turut melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lembaga independen ini merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltara Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum saat melangsungkan audiensi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltara, di Hotel Tarakan Plaza, Senin (1/8) sore. Hadir mendampingi Gubernur, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Dr Bustan SE.,M.Si.

Audiensi diikuti oleh sejumlah Tokoh masyarakat (Tomas), diantaranya Ustadz Abdul Djalil Fatah, Wagub Kaltara periode (2016-2021) H Udin Hianggio, serta beberap tokoh pemuda di Kaltara.

LIPI, kata Gubenur, berkiprah dalam bidang riset terkait penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan.

Salah satu tugasnya, membantu tugas pemerintahan di bidang penelitian ilmu pengetahuan, mencari kebenaran ilmiah di mana kebebasan ilmiah, kebebasan penelitian serta kebebasan mimbar diakui dan dijamin, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Perundang-undangan.

width"450"
width"425"

Dengan melibatkan lembaga independen ini, Gubernur mengharapkan penulisan sejarah lahirnya Kaltara dilakukan secara by data dapat otentik, akurat dan bersumber dari semua pelaku sejarah.

“Semoga dengan melibatkan LIPI, penulisan buku sejarah lahirnya Provinsi ke-34 ini cepat terselesaikan, tak ada lagi persepsi atau pemikiran yang berbeda,” kata Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.

Meskipun dalam pengerjaan sebuah penulisan sejarah tidak semudah yang dibayangkan. Namun, pria itu optimis pengerjaan buku sejarah Kaltara dapat selesai tahun ini.

“Penulisan sejarah itu butuh waktu, karena harus mengumpulkan data dan fakta, riset, kajian serta keabsahannya. Tapi, kita (Pemprov) akan terus dorong percepatannya, salah satunya dengan melibatkan lembaga independen,” tutur Gubernur. (dkisp)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Di Depan Menhub, Gubernur Zainal Minta Pembangunan KIHI Libatkan Pengusaha Lokal

19 Agustus 2022 - 22:31 WITA

Berkunjung ke Kediaman Dr Salim, UAS: Silaturahim Menambah Keberkahan

19 Agustus 2022 - 22:00 WITA

Ketua DPRD Jamhari Ikuti Jalan Santai Bersama Ribuan Warga KTT

19 Agustus 2022 - 21:48 WITA

Fungsi Steam Deck untuk Apa Sih? Gamers Wajib Tahu!

19 Agustus 2022 - 19:34 WITA

Hasan Basri Terpilih Jadi Ketua Komite III DPD RI

19 Agustus 2022 - 17:32 WITA

Dampak Pencemaran Sungai, PDAM Tana Tidung Stop Produksi

19 Agustus 2022 - 17:20 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!