Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Advetorial · 21 Sep 2022 12:14 WITA ·

Tulak Bala Bulan Safar, Pemkab Tana Tidung Pecahkan Rekor Muri 67 Ribu Ketupat


Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menerima piagam penghargaan MURI  Rekor Dunia  ketupat terbanyak sebanyak 67.693 ketupat, Rabu(21/9) Perbesar

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menerima piagam penghargaan MURI Rekor Dunia ketupat terbanyak sebanyak 67.693 ketupat, Rabu(21/9)

TIDENG PALE –  Gelar Tulak Bala Bulan Safar, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) pecahkan Rekor Muri dengan mempersembahkan 67 Ribu ketupat. Tulak Bala yang bertema “Petulid De Rasa Petawoy De Bala”, digelar di Siring Desa Limbu Sedulun, Rabu (21/9/22).

Dalam Sambutan Bupati KTT, Ibrahim Ali mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat di KTT untuk dapat bersama-sama bermunajat memanjatkan doa tolak bala kepada Allah SWT.

Esensi dan substansi diadakannya budaya adat tulak bala ini, tidak lain untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha merajai alam semesta ini. Ada pun komponen perayaan doa tulak bala ini, dengan dibuatnya 67 Ribu imbiuku (ketupat).

“Insyaallah akan memecahkan rekor muri pembuatan ketupat terbanyak di sepanjang sejarah adat budaya tradisi suku Tidung di Kaltara maupun Sabah Malaysia,” kata Ibrahim Ali.

Ketupat merupakan sebuah media perantara yang memiliki filosofi bahwa ketan beras yang saling merekat itu, dapat meresapi dan melekatkan segala dosa kita. Kemudian dileburkan dalam sebuah ritual doa tulak bala kepada Allah SWT.

“Menurut tradisi kita orang Tidung atau Kalimantan pada umumnya biasa disebut tolak bala di awal rabu bulan Safar dan tolak bala ketupat di rabu terakhir Safar,” ujar Ibrahim Ali.

 

“Untuk terhindar dari bala bencana, maka sudah sepantasnyalah kita memohon ampunan dan bermunajat serta berdoa hanya kepada Allah SWT agar bala tidak menghampiri kita,” pesan Ibrahim Ali.

Ibrahim Ali juga menyampaikan pada dasarnya semua bulan dalam hitungan tahun hijriyah adalah baik tidak ada bulan yang buruk. Begitu pula hari, semua hari itu baik tidak ada hari yang buruk.

Namun sebagai masyarakat berbudaya tentu kita memiliki budaya tradisi yang harus dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Salah satu tradisi budaya yang masih lestari adalah tradisi budaya  tolak bala di bulan safar.

“Semoga dengan istighfar Safar dan doa tolak bala yang kita panjatkan, diri, keluarga, dan masyarakat serta Tana Tidung Upun Taka yang kita cintai ini mendapat perlindungan dari Allah SWT dari segala bencana dan bala. Aamiin,” tutup orang nomor 1 di KTT.(her/Iik)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 235 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tanah Longsor di Jalan Anggrek, Ibu dan 3 Anak Nyaris Jadi Korban 

26 September 2022 - 17:46 WITA

Presiden: Ekonomi Digital Pesat, _Startup_ Indonesia Punya Banyak Peluang

26 September 2022 - 17:34 WITA

Tanggapi Dugaan Kasus Suap dan Korupsi, Presiden: Semua Sama di Mata Hukum

26 September 2022 - 17:22 WITA

Lantik 39 Pejabat, Gubernur Titip Tiga Hal

26 September 2022 - 17:16 WITA

Pimpin Sertijab Pejabat Kodam, Pangdam VI/Mlw : Sertijab Bagian Dari Tour Of Duty dan Tour Of Area

26 September 2022 - 13:51 WITA

Mobile Legend Student Cup Sukses Digelar di Tarakan, Telkomsel Launching Kartu GameMAX Tarakan

26 September 2022 - 12:30 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!