TANA TIDUNG – Usai melaksanakan Sidak harga dan stok harga bahan makanan pokok, di Pasar Induk Imbayud Taka, Disperindagkop Kabupaten Tana Tidung bersama Tim juga melakukan sidak ke beberapa sub penyalur dan SPBU yang ada di Desa Sebidai, Kecamatan Sesayap, Tana Tidung.
Dari hasil pantauan di lapangan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Tana Tidung selama Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah masih aman.
Dalam sidak tersebut di pimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M Idham Nur mengatakan bahwa untuk stok BBM yang ada di Tana Tidung untuk saat ini masih aman.
“Sampai hari ini Alhamdulillah stok BBM kita di Tana Tidung masih aman ya, sudah kita cek di lapangan dan masih ada dan tidak ada masalah,” kata Idham Nur kepada fokus Borneo.

Idham Nur melanjutkan, untuk harga sendiri juga masih normal masih sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi).
Ia mengakui memang ada persoalan harga BBM namun itu di sub penyalur dan penjual bensin eceran atau biasa disebut penjual bensin botolan.
Baca Juga : Sidak Pasar, Pemda Tana Tidung Pastikan Stok dan Harga Sembako Masih StabilÂ
Tentu ini akan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan persoalan ini akan terus digali.
Selain itu juga, terkait keberadaan pom mini yang banyak beroperasi di Tana Tidung, yang dianggap belum ada izin. Kadis Perindagkop UKM dan Koperasi Hardani Yusri mengatakan bahwa pom mini tersebut tidak legal karena tidak ada aturannya.
“Kami dari Disperindagkop terutama dari bidan Metrologi tetap melakukan tera ulang, artinya bukan melegalkan tapi hanya untuk perlindungan konsumen memastikan literannya tidak kurang,” kata Hardani Yusri.
Dan untuk tera rutin dilakukan setiap ada masalah atau setiap tahun dilakukan, yang mana bertujuan agar melindungi hak konsumen dan memastikan liter tidak kurang.
“Semua kita lakukan tera baik pertamini maupun SPBU untuk perlindungan konsumen agar tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya. (her/Iik)















Discussion about this post