• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Fiskal Kaltara Masih di Atas Gorotalo dan Sulbar

by admin
25/11/2019
in Daerah, Ekonomi, Fokus, Nasional, Sosial Budaya
A A
Mutasi Pejabat Pemprov Kaltara Digelar November

Gubernur Kaltara, Dr. Irianto Lambrie. Poto : Humas Pemprov Kaltara

JAKARTA – Dalam 3 tahun terakhir, Kapasitas Fiskal Daerah (KFD) dari 34 provinsi di Indonesia masih belum beranjak dari posisi yang ada. Terhitung sejak 2017, jumlah provinsi dengan kategori KFD sangat rendah tetap diduduki oleh 9 provinsi hingga 2019. Adapun jumlah provinsi dengan kategori KFD sangat tinggi tetap berjumlah 4 provinsi sejak 2017 hingga saat ini. Didominasi oleh provinsi di wilayah Pulau Jawa (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah). Hanya 5 provinsi yang menyandang kategori KFD tinggi, dan 16 provinsi sisanya masih menyandang kategori KFD sedang dan rendah masing-masing sebanyak 8 provinsi untuk kedua kategori tersebut.

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yang merupakan provinsi termuda di Tanah Air masih menempati posisi dalam kategori rendah. Sesuai data yang dirilis Kementerian Keuangan RI, KFD Provinsi Kaltara adalah 0,282. Meski termasuk kategori rendah, KFD Kaltara masih di atas Sulawesi Barat (Sulbar)- (0,189), Gorontalo (0,171), Bangka Belitung (0,264), Maluku Utara (0,252), Papua (0,179) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) – (0,275).

Baca Juga

Kaltara Butuh Inflasi Terkendali Demi Dongkrak Surplus Ekonomi Petani Lokal

Karya Perajin Benuanta Unjuk Kualitas di Kriyanusa 2026

Gelar Rupiahverse Fest 2026, BI Kaltara Dorong Literasi Rupiah Inklusif dan Kreatif

Siap-Siap! 30.727 Peserta JKN Kaltara Nonaktif 1 Oktober, Segera Cek

Menanggapi hal itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengakui jika Kapasitas Fiskal Daerah di Provinsi Kaltara masih rendah. Meski demikian, jika dibandingkan dengan provinsi lain yang usianya jauh di atasnya, KFD Kaltara masih terbilang bagus.

Sesuai data yang dirilis Kementerian Keuangan, Kaltara hanya sedikit berada di bawah Sulawesi Tenggara Tenggara (0,284) dan Sulawesi Tengah (0,300). Tetapi dibandingkan usia terbentuknya provinsi, maka Kaltara justru menjadi sangat unggul. Misalnya, Sulawesi Tenggara diresmikan sebagai provinsi pada tahun 1967, sementara Kaltara 2013, selisih waktu lahir 46 tahun. Artinya, Kaltara telah mampu bekerja cerdas dan bergerak cepat. Bahkan bukan hanya bergerak cepat, tetapi telah “berlari cepat” sejak usianya masih “balita”. “Dengan kata lain, Kaltara bisa disebut “bayi ajaib”, karena begitu dilahirkan, langsung berlari, tanpa menangis dan tanpa mengeluh,” ungkap Irianto memberikan perumpamaan bagi Kaltara yang sudah bisa mampu sejajar bahkan melampaui provinsi lain, meski usianya masih sangat belia.

Capaian ini, tegas Irianto, salah satu bukti nyata hasil kerja keras Pemprov Kaltara yang baru berusia jalan 7 tahun. “Semestinya, masyarakat Kaltara dan jajaran pemerintahan wajib bersyukur atas anugerah Allah SWT yang memberkahi upaya kerja keras jajaran Pemprov Kaltara. Juga mampu berpikir jernih, dengan hati bersih, bisa menghargai pencapaian ini,” kata Irianto.

“Jangan mudah mengeluh,” tegasnya. Gubernur pun mengajak seluruh jajarannya untuk bekerja lebih keras lagi. Termasuk kepada masyarakat, diharapkan untuk senantiasa bersyukur dan mendukung kebijakan-kebijakan dan program dari pemerintah. Utamanya program-program pemerintah provinsi, yang memang tujuannya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menyikapi masih rendahnya kapasitas fiskal daerah, lanjut Gubernur, selain berupaya meningkatkan kapasitas fiskal dengan menggenjot pendapatan daerah, Pemerintah Provinsi juga berusaha keras untuk bisa mendapatkan support pendanaan dari pemerintah pusat. “Untuk mendapatkan dukungan dana dari pusat, tidak bisa hanya dengan duduk di belakang meja. Tapi harus ada upaya, bagaimana kita berkomunikasi, bagaimana kita mengusulkan program yang didukung dengan data-data dan argumentasi yang jelas,” urainya.

Seperti diketahui, merujuk pada PMK No.126/2019 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah, KFD dihitung dengan rumus pendapatan daerah dikurangi dengan pendapatan yang penggunaannya sudah ditentukan dan belanja tertentu.

Komponen dari pendapatan mencakup pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan pendapatan lain-lain yang sah. Adapun yang dimaksud dengan pendapatan yang sudah ditentukan penggunaannya antara lain pajak rokok, Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT), DBH SDA Dana Reboisasi, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Nonfisik, Dana Otonomi Khusus, Dana Tambahan Infrastruktur, dan Dana Keistimewaan DIY.

Belanja tertentu meliputi belanja pegawai, belanja bunga, belanja hibah untuk daerah otonomi baru, dan belanja bagi hasil. Merujuk pada data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dapat ditemukan bahwa pendapatan provinsi dari 2017 menuju 2018 meningkat yakni dari Rp319 triliun menuju Rp331,4 triliun. Belanja pegawai, salah satu belanja yang tercatat sebagai pengurang dalam penentuan KFD, juga tercatat masih dominan dengan rasio belanja pegawai terhadap total belanja secara rata-rata mencapai 26,8 persen pada 2018. Provinsi-provinsi seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo tercatat memiliki rasio belanja pegawai terhadap belanja secara keseluruhan di atas 35 persen. Ketiga daerah tersebut tercatat memiliki kategori KFD sangat rendah pada 2019 ini.(*/iik)

 

Tags: borneoDirektorat Jenderal Perimbangan KeuanganFiskal Kaltara Masih di Atas Gorotalo dan SulbarFokusfokusborneoPADPemprov Kaltarapendapatan asli daerahTajung Selor

Berita Lainnya

Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara
Ekonomi

Kaltara Butuh Inflasi Terkendali Demi Dongkrak Surplus Ekonomi Petani Lokal

28 September 2026 10:46
Daerah

Karya Perajin Benuanta Unjuk Kualitas di Kriyanusa 2026

28 September 2026 08:27
Gelar Rupiahverse Fest 2026, BI Kaltara Dorong Literasi Rupiah Inklusif dan Kreatif
Ekonomi

Gelar Rupiahverse Fest 2026, BI Kaltara Dorong Literasi Rupiah Inklusif dan Kreatif

28 September 2026 07:44
Siap-Siap! 30.727 Peserta JKN Kaltara Nonaktif 1 Oktober, Segera Cek
Daerah

Siap-Siap! 30.727 Peserta JKN Kaltara Nonaktif 1 Oktober, Segera Cek

27 September 2026 20:41
IKN

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

27 September 2026 15:04
Ekonomi

Balikpapan Raih Juara II TPID Award, PPU Sabet Peringkat II TP2DD Kalimantan

27 September 2026 14:34
Next Post
Rangka Baja Proyek Senilai Rp. 13,7 Milyar Roboh

Rangka Baja Proyek Senilai Rp. 13,7 Milyar Roboh

Roboh, Pengamat Menilai Bangunan Gor Konstruksi Gagal

Roboh, Pengamat Menilai Bangunan Gor Konstruksi Gagal

Muskot DPD KNPI Tarakan Digelar 30 November 2019

Muskot DPD KNPI Tarakan Digelar 30 November 2019

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah! Dua Prodi UBT Tembus Akreditasi Unggul, Rektor Genjot Kualitas dan Ajukan Prodi Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peredaran Etomidate Cair Terbongkar di Tarakan, Tiga Orang Diringkus Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Pertanian Digital, Fondasi Ekonomi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulah Jukir Liar di Jalan Diponegoro Meresahkan, Dishub Minta Polisi Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

Kaltara Butuh Inflasi Terkendali Demi Dongkrak Surplus Ekonomi Petani Lokal

28 September 2026 10:46

Momen HANTARU 2026, Layanan PERINTIS 10 Hari Diperluas ke 95 Kantah, Termasuk Balikpapan

28 September 2026 09:43
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP