Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Mar 2021 22:28 WITA ·

Belum Tergarap Maksimal, Kaltara Harus Fokus Kelola Pertanian


					Wakil Gubernur Provinsi Kaltara, Yansen TP saat memimpin rapat teknis bersama dinas pertanian Provinsi Kaltara Perbesar

Wakil Gubernur Provinsi Kaltara, Yansen TP saat memimpin rapat teknis bersama dinas pertanian Provinsi Kaltara

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kaltara Dr. Yansen TP M.Si konsen mengembangkan komoditas unggulan pertanian Kaltara baik dalam memenuhi kebutuhan dalam daerah maupun orientasi ekspor.


Dalam mencari dan mengenventarisasi peluang dan kendalanya, Wagub menggelar rapat teknis bersama Dinas Pertanian Provinsi Kaltara, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara, Pelindo IV Tarakan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, BUMD Benuanta Kaltara Jaya, dan perwakilan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kaltara, serta beberapa eksportir.

width"300"
width"300"

“Sesungguhnya potensi Kaltara luar biasa. Namun belum dikelola dengan baik, terbaik oleh kita,” kata Wagub dalam penyampaiannya di ruang rapat gubernuran, Jumat (19/3/2021).

width"300"

Mengumpulkan instansi-instansi dan pihak-pihak berkompeten itu bagi Wagub menjadi kesempatan baik memulai sinergi dalam penguatan potensi lokal.

“Saya harap ini pertemuan awal. Karena sektor kita sangat banyak dan harus dikelola dengan baik. Jika diakumulasikan, potensi kita bisa masuk tiga besar nasional. Namun itu belum tergarap secara maksimal,” ujarnya.

Kondisi produk-produk olahan lokal kata Wagub secara riil tersisih di pasar. Utamanya di minimarket dan swalayan.

width"300"

“Pengutaan sektor harus kita pacu. Kita belum melihat menggeliatnya ekonomi Kaltara sepenuhnya. Harus kita pahami, pembangunan itu apa yang disajikan pemerintah dan apa yang dinikmati masyarakat. Kemudian baru kita bergerak keluar atau ekspor. Kondisinya saat ini kita terbalik, lebih mengutamakan ekspor,” ujarnya.

width"400"

Hal itu sambungnya, yang harus disikapi bijak. Potensi besar sektor pertanian dalam arti luas penting dicukupkan dan difokuskan dulu.

width"400"

“Jangan dulu bicara tambang dan migas. Pertanian arti luar itu bisa menghidupkan Indonesia ini. Saya harap mari kita mulai melakukan perubahan cara berpikir, bertindak untuk mengelola potensi besar ini. Kita harus berubah, berpikir, dan bertindak,” tambah Wagub.

Pada kesimpulannya, kerangka berpikir yang dibangun adalan mengutamakan produk lokal. Wagub optimistis mengutamakan produk lokal akan membangkitkan ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan akan membangkitkan ekonomi lokal yang pada gilirannya provinsi Kaltara akan hidup dan menghidupkan masyarakatnya.

“Intinya memadukan potensi ini untuk pengembangan ekonomi Kaltara ke depan. Kita harus desain struktur ekonomi ini dimulai dari ekonomi kerakyatan,” kata Wagub.

Pasca mendengar masukan berbagai pihak dan instansi, Wagub menyimpulkan bahwa akan segera disusun kerangka kerja pengembangan potensi pangan lokal secara konkret.

“Pada pertemuan selanjutnya, kita jadwalkan juga diikuti kabupaten/kota yang dihadiri pimpinan strategisnya. Setelah kerangka kerja disusun, kita turun lapangan. Sampai menemukan sektor riil apa yang kita butuhkan untuk pemenuhan konsumsi lokal dan apa untuk ekspor,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat teknis tersebut, menurut Wagub potensi lada, padi, dan rumput laut yang sangat berpeluang dikembangkan. (Biroadpim)

Sumber : Diskominfo Prov Kaltara

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 53 kali

blank badge-check

Redaksi

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Pemkab Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023

24 Juni 2024 - 20:55 WITA

blank

Coklit Perdana di Rumdin Wali Kota, Bustan : Saya Sudah Warga Tarakan

24 Juni 2024 - 20:36 WITA

blank

Puluhan Warga Karang Anyar Tertipu Sumbangan Agustusan

24 Juni 2024 - 18:09 WITA

blank

Gubernur Buka Pelantikan DPW-ADI Kaltara 2024-2029, Dorong Inovasi Pendidikan

24 Juni 2024 - 16:23 WITA

blank

Pemerintah Bahas Percepatan Rehabilitasi Mangrove

24 Juni 2024 - 13:36 WITA

blank

Calon Wakil Ibrahim Ali Mengerucut ke Satu Nama

23 Juni 2024 - 20:37 WITA

blank
Trending di Daerah