Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 20 Sep 2021 12:32 WITA ·

Mahasiswa dan Warga Demo Tolak Pembangunan Pagar di Kawasan Wisata Pantai Amal Lama


Mahasiswa dan warga demo tolak pembangunan pagar di kawasan wisata Pantai Amal Lama. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Mahasiswa dan warga demo tolak pembangunan pagar di kawasan wisata Pantai Amal Lama. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Ratusan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Amal Lama melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di Kantor DPRD Kota Tarakan, Senin (20/9/21). Dalam aksi ini, gabungan mahasiswa dan warga tersebut menolak pembangunan pagar di lokasi wisata Pantai Amal Lama.

Aksi demo yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita, mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian Polres Tarakan. Puluhan personil Polres Tarakan dan kendaraan taktis water cannon, disiagakan dilokasi untuk mengamankan jika ada keributan.

Dalam orasinya, gabungan mahasiswa dan warga dari tiga RT terdiri dari RT 5, 3 dan 4 Kelurahan Pantai Amal, mempersoalkan pembangunan pagar dikawasan wisata Pantai Amal Lama. Sebab keberadaan pagar tersebut, membatasi dan menghambat aktifitas warga yang bermata pencarian sebagai nelayan.

“Hasil kesepakatan antara masyarakat Pantai Amal Lama, mereka menolak adanya pembangunan tembok yang ada dikawasan wisata. Karena itu membatasi dan menghambat atau mempersulit mata pencarian mereka,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo Muhammad Rijal.

Korlap aksi demo Forum Masyarakat Amal Lama Muhammad Rijal. Foto : Fokusborneo.com

Menurutnya, sesuai undang-undang kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009, dalam pengembangan kawasan wisata harus mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Aksi demo ini, bentuk masyarakat tidak mendukung program pemerintah tersebut.

“Soalnya tembok yang diberdirikan bukan dibibir pantai, melainkan pas depan halaman rumah warga setinggi kurang lebih 4 meter dan sepanjang kawasan wisata di RT 5, RT 3 dan RT 4 itu kena semuanya. Jadi ketika ingin ke laut itu sangat sulit karena tidak ada jalan sama sekali dan harus mutar,” ujar Rijal.

Dijelaskan Rijal, warga sebenarnya mendukung dengan pembangunan kawasan wisata Pantai Amal Lama. Hanya saja tidak dengan pembangunan tembok dihalaman rumah warga.

Aksi demo mahasiswa dan warga yang menolak pembangunan pagar di kawasan wisata Pantai Amal Lama. Foto : Fokusborneo.com

“Kalau pun ada pintu, harus sesuai dengan warga mau. Karena kalau hanya ada satu atau dua pintu, kasihan dengan warga yang jauh dari pintunya tidak adil dong jadinya,” beber Rijal.

Ditambahkan Rijal, dari tiga keputusan yang telah disepakati bersama antara Forum Masyarakat Amal Lama dan DPRD Kota Tarakan, pihaknya akan terus mengawal tindaklanjut dari kesepakatan tersebut. Salah satu kesepakatan, DPRD sebagai fasilitator ingin mempertemukan antara Forum Masyarakat Amal Lama dengan pemerintah.

“Sebagai massa aksi kami akan kawal kasus ini, karena ini bukan akhir dari pada tuntutan kami tapi sebagai dari pada proses,” tutup Rijal.(Mt)

Artikel ini telah dibaca 891 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lepas Pebalap Ketinting, Wagub Yansen Ingin Potensi Wisata Sungai Kayan Beri Devisa

20 Oktober 2021 - 11:39 WITA

180 Ribu Hektar Hutan Mangrove Direhabilitasi, Presiden Kenakan Sesingal saat Prosesi Tanam Bibit Mangrove

20 Oktober 2021 - 11:18 WITA

Dukung Gerakan Menanam Mangrove, Markus Ajak Masyarakat Ikut Menjaga Kelestarian Hutan

20 Oktober 2021 - 10:10 WITA

Kesan dan Apresiasi Para Dubes Ikut Tanam Mangrove Bersama Presiden

20 Oktober 2021 - 06:56 WITA

Presiden Serahkan Bantuan Modal, Pedagang Optimistis Perekonomian Kembali Normal

20 Oktober 2021 - 06:43 WITA

Kunjungan Presiden Jokowi dan Para Dubes jadi Kado HUT Kaltara

19 Oktober 2021 - 21:53 WITA

Trending di Advetorial