Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 22 Sep 2021 15:18 WITA ·

Produksi Budidaya Perikanan Kaltara Capai 536,9 Ton


Gubernur Kaltara Drs H.Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum bersama istri Hj.Rachmawati, SH saat meninjau potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Nunukan, belum lama ini. (Foto: DKISP Kaltara) Perbesar

Gubernur Kaltara Drs H.Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum bersama istri Hj.Rachmawati, SH saat meninjau potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Nunukan, belum lama ini. (Foto: DKISP Kaltara)

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah. Salah satunya hasil laut dan budidaya ikan.

Berdasarkan data yang diperoleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara H. Iskandar,S.IP.,M.Si melalui Kepala Bidang Statistik Jufri,S.Hut dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara, menyebutkan bahwa produksi perikanan diperoleh dari hasil produksi perikanan tangkap laut dan tangkap Perikanan Umum Daratan (PUD).

Jufri mengungkapkan produksi hasil tangkap laut tidak hanya untuk dijual dan dikonsumsi oleh rumah tangga. Namun komoditi tersebut juga diekspor ke luar negeri.

“Produksi yang dicatat tidak termasuk ikan yang diperoleh dalam rangka olahraga atau rekreasi, juga ikan yang dibuang kembali ke laut setelah ditangkap atau ikan yang dibuang karena terkena racun, pencemaran atau penyakit,” katanya.

Ia menyebutkan pada 2020 lalu total produksi perikanan tangkap laut Kaltara mencapai 25.230,04 ton, dengan nilai produksi Rp7.075.771,13.

Produksi perikanan tangkap laut dihasilkan dari empat kabupaten/kota di Kaltara. Kecuali Kabupaten Malinau lantaran tidak memiliki wilayah laut.

“Tarakan merupakan kota yang menghasilkan perikanan tangkap laut terbanyak di Kaltara. Yakni mencapai 13.430,41 ton dengan nilai produksi Rp. 378.081,69, disusul Kabupaten Bulungan 6.973,58 ton dengan nilai produksi mencapai Rp191.765,84. Kemudian Kabupaten Nunukan tercatat sebanyak 4.140,55 ton dengan nilai produksi mencapai Rp189.567,64 dan 685,49 ton di Kabupaten Tana Tidung dengan nilai produksi Rp16.355,95,” sebutnya.

Sementara untuk produksi perikanan tangkap PUD di Kaltara pada 2020 lalu, tercatat sebesar 574,30 ton dengan nilai produksi mencapai Rp21.892,00. Hasil produksi tersebut didapat dari empat kabupaten.

Meliputi Kabupaten Bulungan sebesar 177,87 ton dengan nilai produksi mencapai Rp6.570,67, Malinau 95,62 ton nilai produksi Rp4.049,05, Tana Tidung 190,76 ton dengan nilai produksi Rp7.163,55, dan Nunukan sebesar 110,05 ton dengan nilai produksi Rp4.108,72. Sedangkan untuk Kota Tarakan tidak memiliki produksi perikanan PUD.

Selain produksi tangkap laut dan PUD, kata Jufri, Kaltara juga memiliki produksi perikanan budidaya sebanyak 536.898,70 ton dengan nilai produksi mencapai Rp1.890.155,70.

“Sementara volume ekspor perikanan sebesar 17.489,66 ton, dengan nilai produksi mencapai US$ 118.334.625,00 juta,” pungkas Jufri. (els/DKISPKaltara)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda Ke-93, Jamhari: Pemuda Harus Bangkit di Tengah Pandemi

28 Oktober 2021 - 08:58 WITA

Uji Kemampuan Fisik Prajurit,Kodim 0907/Trk Gelar Garjas Periodik II

28 Oktober 2021 - 06:15 WITA

Bentuk Kepedulian, Kodim 0907/Tarakan Berikan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran

27 Oktober 2021 - 20:46 WITA

Desa Bandan Bikis Sambut Baik Program Gebyar Pemda KTT

27 Oktober 2021 - 18:15 WITA

Ketua TP-PKK Rachmawati Zainal akan Promosikan Batik Kaltara ke Ajang Nasional

27 Oktober 2021 - 17:29 WITA

1.000 Unit Rumah ASN Pemprov Dibangun Tahun Depan

27 Oktober 2021 - 17:21 WITA

Trending di Advetorial