Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Advetorial · 9 Okt 2021 14:23 WITA ·

Dibuka Wapres, Gubernur Raih Penghargaan Kategori Tokoh Penjaga Pulau Perbatasan di Munas Aspeksindo


Dibuka Wapres, Gubernur Raih Penghargaan Kategori Tokoh Penjaga Pulau Perbatasan di Munas Aspeksindo Perbesar

BANGKA BELITUNG – Gubernur Kalimantan Utara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum menerima penghargaan dari Asosiasi Pemerintah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) sebagai Tokoh Penjaga Pulau Perbatasan. Penghargaan diberikan kepada Gubernur saat menghadiri agenda Aspeksindo Award yang menjadi salah satu rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) II Aspeksindo yang digelar, Jumat (8/10/2021).

Penghargaan sendiri diberikan langsung oleh Ketua Aspeksindo, Abdul Gafur Mas’ud di Kapal Perang TNI Angkatan Laut (KRI Semarang). Agenda Munas II Aspeksindo sendiri dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin secara virtual. Namun secara tatap muka, agenda tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M serta kepala daerah kabupaten/kota yang tergabung dalam Aspeksindo.

Wapres Ma’ruf Amin mengungkapkan potensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) cukup besar untuk membangun basis kemaritiman. Sebab posisi Indonesia sampai kapanpun akan selalu strategis dalam peta perdagangan dunia.

“Dari sekitar 90 persen perdagangan global yang diangkut melalui laut, 40 persen di antaranya melewati perairan Indonesia,”Wapres.

Wapres menambahkan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan dua per tiga luas wilayahnya berupa laut dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang sangat besar.

Lebih dari itu, dengan lokasi di antara dua benua, Asia dan Australia; dan dua samudera, Pasifik dan Hindia menjadikan Indonesia pada titik strategis persilangan alur lalu lintas laut yang menghubungkan benua timur dan barat.
“Atas dasar itulah diangkat visi Indonesia ke depan sebagai poros maritim dunia, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur,” terang Wapres.

Sebagai negara poros maritim dunia, menurut Wapres, sehingga mengembalikan identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengawal kepentingan dan keamanan maritim, serta memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia.

“Untuk mewujudkannya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran serta berbagai pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan juga organisasi kemasyarakatan,” tegasnya.

Sejak 4 tahun terakhir, Aspeksindo telah memainkan peran yang penting dalam memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi Indonesia.

“Pemerintah memberikan apresiasi atas peran serta ASPEKSINDO dalam pembangunan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan di wilayah kepulauan dan pesisir,” tuntas Wapres. (Adpim)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aklamasi, Tasa Gung Terpilih Jadi Ketua DPC Hanura Bulungan

29 November 2021 - 13:24 WITA

Pangdam VI MLW Kunjungan Kerja Perdana ke Kaltara

29 November 2021 - 13:03 WITA

Mulai 29 November, 806 Peserta Akan Ikuti SKB CPNS Kaltara

29 November 2021 - 11:32 WITA

KM Subur Indah Hilang Kontak di Perairan Pantai Amal

29 November 2021 - 10:05 WITA

Pemprov Tingkatkan Antisipasi Terhadap Bencana dan Konflik Sosial

28 November 2021 - 21:04 WITA

Seribu Orang Hadiri Syukuran Deddy Sitorus

28 November 2021 - 16:45 WITA

Trending di Daerah