Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 25 Mar 2022 16:01 WITA ·

Pemkab KTT Gali Potensi Wisata di Desa Seputuk


Pemkab KTT Gali Potensi Wisata di Desa Seputuk Perbesar

TANA TIDUNG – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tana Tidung bersama Dinas Sosial PMD dan anggota DPRD KTT Yunus Yakau melaksanakan kunjungan lapangan ke Desa Seputuk, Kecamatan Muruk Rian, Kamis (24/3/2022).

Kedatangan rombongan ke Desa Seputuk untuk melihat langsung dan menggali potensi wisata di Desa Seputuk.

Analisis Promosi Pariwisata KTT, Imam Noviwidianto, dari pantauan di lapangan ada potensi wisata baru yang dapat dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan di Desa Seputuk yakni makam kuno suku dayak.

Lokasi makam kuno tersebut tidak terlalu jauh dari Kantor Desa namun kondisi kurang terawat. Berdasarkan pemaparan dari Ketua Adat perlu dilaksanakan upacara adat untuk merenovasi makam tersebut.

“Dari sisi pariwisata kondisi tersebut tidak menjadi masalah selama dilakukan pembersihan saja. Kondisi yang ada tetap dapat dipertahankan keasliannya,” ujarnya.

Selain daya tarik tersebut adapula daya tarik wisata seperti Baloi Adat Dayak dan juga budaya adat Dayak Belusu yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Harapannya Desa Wisata Seputuk dapat menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

“Kearifan lokal di Tana Tidung menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan, maka penting budaya lokal ini untuk dilestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pariwisata, Mas Apriyan Noor menambahkan, salah satu sektor pariwisata Tana Tidung yang diminati oleh wisatawan adalah wisata budaya yang berbasis keunikan dari tradisi dan kearifan lokal suatu daerah.

Oleh karena itu, ia menilai perlu ada pengelolaan kepariwisataan yang mengedepankan nilai-nilai luhur dan kebudayaan bangsa, nilai-nilai keagamaan, serta kelestarian dan mutu lingkungan hidup.

“Jadi dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan, kebudayaan suatu daerah harus diutamakan. Kegiatan pembangunan kepariwisataan semestinya dapat berkontribusi dalam perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan,” katanya.

Kebijakan pembangunan kepariwisataan dan kegiatan kepariwisataan harus dilaksanakan dengan memperhatikan keindahan, nilai arkeologis dan budaya yang harus dilindungi, untuk diteruskan kepada generasi mendatang.

“Kegiatan kepariwisataan juga harus bisa menjamin agar produk budaya tradisional, kerajinan, dan folklore tetap dapat berkembang dan tidak menjadi produk standar,” ujar Mas Apriyan Noor menutup wawancara. (her/Iik)

Artikel ini telah dibaca 185 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Raih Penghargaan Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik

29 Juni 2022 - 20:39 WITA

Peringati Harganas, Kodim 0907/Trk Gandeng BKKBN Gelar KB Kesehatan Cegah Stunting

29 Juni 2022 - 20:14 WITA

Menunggu 11 Tahun, 68 Calon Jamaah Haji Tarakan Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

29 Juni 2022 - 15:10 WITA

RT Karang Anyar Bersatu Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Jalan Aki Balak

29 Juni 2022 - 10:52 WITA

Terduga Lesbian Tanjung Pasir Pertanyakan Alasan Akan Diusir, Mereka Siap Rehabilitasi

28 Juni 2022 - 23:50 WITA

Gubernur Berikan Bantuan di Dua Lokasi Kebakaran

28 Juni 2022 - 23:44 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!