Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 23 Nov 2022 16:03 WITA ·

Peredaran Semakin Masif, BPOM Tarakan Musnahkan 16.220 Kosmetik, Obat dan Makanan Ilegal


Pemusnahan Kosmetik, Obat, dan Produk Olahan Ilegal Oleh BPOM di Tarakan. foto: fokusborneo.com Perbesar

Pemusnahan Kosmetik, Obat, dan Produk Olahan Ilegal Oleh BPOM di Tarakan. foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Tarakan musnahkan 16.220 pcs produk kosmetik, obat dan makanan ilegal senilai ekonomi Rp 920.058.300, Rabu (23/11/2022). Secara simbolis pemusnahan dilaksanakan di Kantor BPOM Tarakan dengan cara di bakar, sisanya dimusnahkan menggunakan mesin incinerator (mesin pembakaran) milik Balai Karantina Pertanian Tarakan.

Di pimpin langsung kepala BPOM di Tarakan, Herianto Baan dan dihadiri unsur forkopimda, instansi maritim, serta kepala OPD di Tarakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang temuan sediaan farmasi dan pangan olahan ilegal hasil pemeriksaan Balai Pom di Tarakan dan operasi gabungan lintas sektor sepanjang tahun 2022 – 2022.

Herianto Baan mengungkapkan bahwa sepanjang menjabat Keala Balai POM di wilayah perbatasan diantaranya Manokwari, kemudian staff di Jayapura, Merauke dan Timika, peredaran produk pangan atau kosmetik ilegal tidak sebanyak di Tarakan.

width"450"

“Di Tarakan ini cukup luar biasa peredaran obat dan kosmetik ilegal, terutama kosmetik ini yang kami dapati maupun kerjasama dengan instansi terkait, satu tahun ini sudah 4 kali penangkapan,” jelasnya.

Herianto menerangkan dari data BPOM di Tarakan, sejak tahun 2018 produk ilegal yang ditemukan sebanyak 2.605 pcs dengan nilai Rp 32.633.300, tahun 2019 sebanyak 781 pcs dengan nilai Rp 35.533.000, tahun 2020 sebanyak 3,061 pcs dengan nilai Rp 244.388.000, kemudian tahun 2022 naik lebih dar 100 persen yaitu 9.772 pcs dengan nilai Rp 607.504.000.

“Jenis barang temuan terbanyak yaitu kosmetik 85,7 persen, produk pangan 5,4 persen, obat 3,5 dan obat tradisional 0,5 persen,” terangnya.

Kosmetik ilegal yang ditemukan mengandung bahan berbahaya tretinoin dan hidroquinon, kemudian ada kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tretinoin dan merkuri. Sementara obat tradisional mengandung bahan kimia obat, seperti paracetamol, dexsametason, piroksikam, sildenafil dan turunannya untuk obat kuat.

“Ini menunjukan bahwa peredaran obat, makanan ilegal semakin hari semakin meningkat atau semakin masif dan ini menjadi tantantang kita bagaimana peredaran ini bisa dikurangi atau dihilangkan,” ucapnya.

Ribuan produk kosmetik, obat dan makanan ilegal ini paling banyak ditemukan di laut hasil operasi gabungan bersama, dengan stakholder terkait diantaranya Lantamal XIII Tarakan, Polairud Polda Kaltara, Bea Cukai Tarakan, Kodim 0907 Tarakan, serta intansi lainya. (wic/iik)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemerintah Siapkan 47 Apartemen untuk ASN, TNI, Polri di IKN

31 Januari 2023 - 07:07 WITA

Rakor Penanggulangan Inflasi, Antisipasi Menjelang Panen

30 Januari 2023 - 23:19 WITA

Pimpin Ratas, Presiden Minta Jajaran Waspadai Inflasi dan Kenaikan Harga

30 Januari 2023 - 23:11 WITA

Gerindra Minta Kenaikan Ongkos Haji Rp 69 juta Dikaji Ulang: Terlalu Berat untuk Rakyat

30 Januari 2023 - 22:54 WITA

LTABI 2022, Komitmen BI untuk Indonesia Maju

30 Januari 2023 - 18:49 WITA

Menuju Satu Dekade JKN: Kontribusi BPJS Kesehatan Mewujudkan Indonesia Lebih Sehat

30 Januari 2023 - 18:35 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!