• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Bangun Komunikasi, Otorita IKN dan Masyarakat Adat Kaltim Gelar Rembuk Budaya

by Redaksi
13 November 2023 06:01
in Daerah, Nasional
A A

BALIKPAPAN – Dalam rangka membangun kebudayaan, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama berbagai pemangku kepentingan, khususnya para seniman, budayawan lokal di Kalimantan Timur (Kaltim) dan nasional menggelar rembug budaya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan ini digelar selama dua hari sejak Rabu (8/11/2023) hingga Kamis (9/11/2023), dibuka secara resmi oleh Kepala Otorita IKN diwakili Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas), Alimuddin dihadiri Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Otorita IKN, Muhsin Palinru9ngi, budayawan nasional Butet Kartaredjasa, dan para budayawan dan seni di Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca Juga

Hyper 5G Telkomsel di Kota Singkawang dan Pontianak Dukung Abadikan Momen Cap Go Meh Makin Lancar

PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50% Lewat PLN Mobile, Sambut Ramadan Terang dan Lebaran Tenang

Ke Tarakan, Ini Agenda Ustadz Hanan Attaki Lc

Pergantian Dankodaeral XIII, Gubernur Dorong Sinergi yang Lebih Solid

“Guna membangun kebudayaan, kami OIKN, perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya para seniman, budayawan lokal Kaltim dan nasional melalui sebuah kegiatan rembuk budaya dalam rangka berdiskusi, membuat perencanaan dan mendukung perkembangan kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di IKN,” ujar Alimuddin kepada awak media usai membuka kegiatan, Rabu (8/11/2023) di Balikpapan.

Ia menjelaskan, keberlangsungan pembangunan IKN tidak lepas dari peran masyarakat lokal, termasuk masyarakat adat di Kaltim. Apalagi Kaltim merupakan provinsi dengan suku, budaya dan adat yang sangat beragam. Mulai dari suku asli Kalimantan seperti Banjar, Kutai, dan dayak yang beragam jenisnya. Hingga luar Kalimantan seperti Batak, Jawa, Bugis dan lainnya.

“Itulah mengapa penting untuk membangun komunikasi dengan masyarakat adat Kaltim untuk terlibat serta dalam pembangunan IKN. Kami mengupayakan perekatan budaya. Ini karena kita akan kedatangan banyak orang dan banyak budaya yang akan masuk. Kalau kita tidak dekatkan, nanti budaya tergerus,” ungkapnya.

Otorita IKN, sambungnya, melihat pembangunan IKN tak dapat lepas dari kebudayaan. Kebudayaan Nusantara ini salah satunya yang berasal dari Kalimantan. Sebagai tuan rumah IKN, warga lokal harus solid. Maka masing-masing akan jadi perekat budaya ini.

“Tapi IKN bukan hanya milik Kaltim saja, ini milik Indonesia. Tapi budaya lokal Kalimantan ini adalah bagian dari budayanya Kaltim. Terlebih hingga seperti sekarang, Kaltim tak bisa lepas dari sejarah, termasuk budaya. Jika ada yang tidak sesuai maka kita berusaha eliminir. Kita kembalikan seperti semula. Budaya jadi wahana pembauran sosial,” tuturnya.

Jika budaya dan pembauran ini berjalan dengan baik, maka akan berdampak baik terhadap pembangunan IKN. Maka pembangunan ini akan lancar. Ia percaya, masyarakat Kaltim sangat menunggu ini.

Pembangunan IKN perlu dukungan banyak pihak. Apalagi selama ini Kaltim hidup dalam keberagaman. Kendati perlu terus dilakukan pembauran sosial untuk memelihara perbedaan menjadi satu kesatuan utuh. “Jadi supporting item dalam pembangunan Nusantara,” katanya.

Saat ini, lanjut Alimuddin, berdasarkan penelitian dari Balai Bahasa Kaltim salah satunya itu menyatakan, Paser sebagai salah satu suku di Kaltim yang bahasanya terancam punah. Oleh karena itu, walaupun pemerintah daerah sudah melakukan muatan lokal di sekolah, tidak cukup efektif.

Penerapan muatan lokal bahasa daerah ini memang dapat menghambat dari kepunahan. Namun harusnya bahasa ini dihidupkan kembali di masing-masing rumah sebagai bahasa ibu.

“Karena kalau tidak nanti jadi cerita saja. Nah, untuk ini para pelaku budaya harus bersama kita. Stakeholder jadi satu,” katanya.

Otorita IKN melakukan berbagai kegiatan mencegah punahnya budaya asli Kaltim. Antara lain kegiatan rembuk budaya ini atau penyelenggaraan kegiatan lain dengan kementerian. “Ke depan kami akan bentuk sekolah vokasi seni budaya,” katanya.

Terpisah Sultan Paser, Aji Muhammad Jarnawi yang bergelar YM Sultan Alamsyah III mengungkapkan, dirinya menyambut baik rembug budaya semacam ini. “Sehingga semua adat budaya di Kaltim bersatu menyongsong IKN baru di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU),” harapnya.

Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura, H Awang Yacoub Luthman membeberkan, Ia menilai, kegiatan rembuk budaya Ini merupakan satu upaya inisiatif dari Otorita IKN. “Nah ini perlu didefinisikan apa yang kira-kira bisa mempersatukan, kalau di Jakarta bahasa yang mempersatukan dalam keseharian adalah bahasa Betawi, kalau di Denpasar bahasa Bali, kalau di IKN harus diperjelas itu adalah bahasa Kutai,” tegasnya.

Ia menerangkan, alasan terkait bahas ini bukan menyangkut masalah tentang kesultanan tetapi secara historis sejarahnya memang demikian. Pun terkait tanah yang dipakai sekarang untuk IKN adalah tanah kesultanan Kukar.

Sementara itu, Wakil Presiden Majelis Adat Dayak (MADN), Andersius Namsi, mengucapkan terima kasih kepada Otorita IKN dalam hal ini Kedeputian Sosbudpemas yang telah melaksanakan acara ini rembug budaya yang dinilai sangat penting khususnya masyarakat Kaltim terkhususnya lagi masyarakat dayak yang ada di kaltim.

“Selain itu, di rembuk budaya ini ada masukan bagi Otorita IKN agar ada satu badan khusus yang mengembangkan seni budaya asal Kaltim sehingga budaya kita bisa dikembangkan dan promosi hingga keluar negeri,” pungkasnya.(*)

 

 

Tags: budayaHeadlineIKNKalimantanNusantara

Berita Lainnya

Daerah

Hyper 5G Telkomsel di Kota Singkawang dan Pontianak Dukung Abadikan Momen Cap Go Meh Makin Lancar

2 Maret 2026 14:38
Daerah

PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50% Lewat PLN Mobile, Sambut Ramadan Terang dan Lebaran Tenang

2 Maret 2026 10:54
Daerah

Ke Tarakan, Ini Agenda Ustadz Hanan Attaki Lc

1 Maret 2026 18:26
Daerah

Pergantian Dankodaeral XIII, Gubernur Dorong Sinergi yang Lebih Solid

1 Maret 2026 15:06
Gubernur Kaltara Dukung Investasi Pabrik Minyak Goreng, Ditargetkan Beroperasi 2027
Daerah

Buka Musyawarah GPIB, Wagub Kaltara Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah

28 Februari 2026 20:36
Daerah

Tingkatkan PAD, Pemkab Bulungan Gandeng BPN Sinkronkan NIB dan NOP

28 Februari 2026 18:53
Next Post

Ine Febriyanti, Ibu "Budi Pekerti" Berbagi Tips Memakai Media Sosial untuk Anak-Anak

Upacara Penutupan Patroli Terkoordinasi Seri II/ 2023, Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonarhanud 8/MBC dan Batalyon 22 RAMD

Bupati Syarwani Bangun Arena Olahraga Untuk Pemuda di Tepian Sungai Sabanar Lama

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Akses Putus Total, Polresta Bulungan Arahkan Jalur Alternatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Vamelia Ibrahim Sukses Pertahankan Riset Aplikasi BUSAK PAUD, Perkuat Pemantauan Literasi Anak Secara Terukur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Praktisi Hukum: Lamanya Plt di Kaltara karena Proses Birokrasi dan Regulasi yang Ketat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bertemu Menteri PKP, Gubernur Kaltara Berhasil Perjuangkan 2.000 Unit Rumah Subsidi untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMA Negeri 5 Tarakan Resmi Beroperasi, Kebutuhan Ruang Belajar Masih Jadi Tantangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Menu MBG Dirapel, Dino Andrian Ingatkan Kualitas Gizi Harus Terpenuhi

Menu MBG Dirapel, Dino Andrian Ingatkan Kualitas Gizi Harus Terpenuhi

2 Maret 2026 15:39
Sidak Program MBG di SMKN 4 Tarakan, Muhammad Hatta Ingatkan: Jangan Mainkan Gizi dan Harga

Sidak Program MBG di SMKN 4 Tarakan, Muhammad Hatta Ingatkan: Jangan Mainkan Gizi dan Harga

2 Maret 2026 15:20
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP