Menu

Mode Gelap

Daerah · 11 Mar 2024 23:03 WITA ·

Umat Hindu Tarakan Merayakan Nyepi, Ketua PHDI: Momen Introspeksi Diri Menjadi Lebih Baik


					Umat Hindu Tarakan Merayakan Nyepi, Ketua PHDI: Momen Introspeksi Diri Menjadi Lebih Baik Perbesar

TARAKAN – Umat Hindu di Tarakan merayakan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1946. Hari Raya Nyepi adalah momen penting bagi umat Hindu yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali, dan tahun ini jatuh pada tanggal 11 Maret 2024.

Menjelang perayaan Nyepi, Umat Hindu di Tarakan melaksanakan serangkaian tradisi di Pura Agung Giri Jagat Nata, Pasir Putih, Ahad (10/3/2024).

width"300"
width"300"

Di jelaskan, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Tarakan, I Nengah Pariana menjelaskan, kegiatan persembahyangan bersama menjelang Hari Raya Nyepi sudah dilaksanakan.

width"300"

Kegiatan didahului dengan Mecaru, lalu Pengerupukan, kemudian dilanjutkan dengan sembahyang berdoa bersama kepada Tuhan.

“Ini dalam rangka kami Umat Hindu melaksanakan prinsip yang diajarkan Tri Hita Karana bahwa kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan alam semesta, menjaga keseimbangan dunia karena kita hidup di alam tidak hanya satu jenis manusia saja ada banyak ciptaan Tuhan,” jelasnya.

width"300"

Setelah pembersihan alam dan berdoa menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa yang tujuannya agar umat Hindu bisa menikmati kebahagiaan hidup bermasyarakat baik intern umat Hindu, kemudian warga umat – umat lain secara sosial.

width"400"

Kegiatan persembahyangan ini pada intinya adalah pembersihan alam, kemudian pembersihan diri, pembersihan diri masing-masing individu sehingga ada keseimbangan antara keduanya.

width"400"

 

“Namanya saja Nyepi berarti sepi keadaannya baik di luar individu maupun di dalam individu, besok kita akan melaksanakan catur brata yaitu pengendalian diri dari 4 cara,” terangnya.

Pelaksanaan catur Brata, dilaksanakan selama 24 jam pertama yakni Amati Geni atau tidak menyalakan api, yang maknanya sendiri adalah mengendalikan diri dari kemarahan.

Catur Brata kedua yaitu, amati karya atau mengehentikan segala aktifitas pekerjaan, melalui pengendalian diri ini Umat Hindu diharapkan dapat mengintropeksi diri apa yang sudah dikerjakan sela satu tahun, merenungkan dan merefleksikan kembali apa yang sudah dilakukan, hal hal jelek harus dihilangkan minimal dikurangi.

Catur Brata ke tiga yakni, Amati Lelungan atau tidak bepergian meninggalkan rumah, kemudian yang ke emo adalah Amati Lelanguan tidak melakukan hiburan artinya tidak membiarkan keinginan menjadi luar harus ditekan misalnya tidak menyalakan handphone.

“Kita juga puasa, fleksibel sesuaikan dengan kondisi pribadi masing-masing, karena untuk mencapai kesempurnaan tidak bisa sekaligus, ada proses,” tuturnya.

Memaknai tema Hari Raya Nyepi secara umum, I Nengah Pariana mengatakan bahwa merujuk tema nasional “Sat Cit Ananda Untuk Indonesia Jaya” melalui pelaksanaan Nyepi tahun 2024 ini Indonesia Maju bisa tercapai dikit demi sedikit melalui proses.

Sebagai informasi, sembahyang Nyepi di Pura Agung Giri Jagat Nata diikuti sebanyak 60 umat termasuk anak-anak, “Kalau jumlah umat Hindu di Tarakan kita ada 120-an orang karena ini libur banyak yang berangkat merayakan Nyepi di Bali,” pungkasnya. (Ary/Iik)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 122 kali

blank badge-check

Redaksi

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Calon Wakil Ibrahim Ali Mengerucut ke Satu Nama

23 Juni 2024 - 20:37 WITA

blank

Dispora Kaltara Siapkan 8 Venue untuk Gelaran Popda

23 Juni 2024 - 18:29 WITA

blank

DPUPR-Perkim Fasilitasi FGD Penyusunan Kalimantan Toll Road Masterplan (KTRM)

23 Juni 2024 - 17:43 WITA

blank

Dorong Peluang Kerjasama Pembangunan dengan Finlandia

23 Juni 2024 - 17:39 WITA

blank

Ketua DPRD Tana Tidung Jamhari Ajak Masyarakat Datang ke TPS 27 November

23 Juni 2024 - 07:24 WITA

blank

Peluncuran Tahapan Pilkada Berlangsung Meriah, KPU Tarakan Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

23 Juni 2024 - 07:20 WITA

blank
Trending di Daerah