TARAKAN, Fokusborneo.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Tarakan memprediksi puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) pada moda transportasi laut akan terjadi hari ini, Rabu (7/1/26).
Guna menghindari penumpukan penumpang, Pelni telah menyiapkan tiga armada kapal yang dijadwalkan sandar secara bergantian di Pelabuhan Malundung.
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, menjelaskan skenario pengerahan tiga kapal ini dilakukan untuk memecah kepadatan ribuan penumpang yang diperkirakan akan memadati pelabuhan dalam waktu bersamaan.
”Kami menjadwalkan KM Lambelu dan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 97 masuk pada pagi hari. Sementara itu, KM Bukit Siguntang menyusul pada sore hingga tengah malam. Perbedaan waktu sandar ini merupakan upaya kami untuk mengurai konsentrasi massa di area dermaga,” ujar Ferdy, Selasa (6/1/26).
Ferdy menambahkan, ketersediaan armada tersebut dipastikan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat, baik yang tiba di Tarakan maupun yang akan berangkat ke luar daerah.
Berdasarkan data statistik tahun 2025, arus keberangkatan penumpang dari Tarakan justru mengalami tren positif dengan kenaikan mencapai 84.317 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tipis ini, menurut Ferdy, dipicu oleh kebijakan strategis pemerintah pusat.
“Kami melihat adanya kenaikan minat masyarakat untuk mudik lewat jalur laut berkat adanya program diskon tiket sebesar 20 persen selama momentum hari besar keagamaan,” ungkapnya.
Sejauh ini, Parepare masih memegang posisi sebagai destinasi paling favorit bagi penumpang dari Tarakan dengan persentase mencapai 70 persen, disusul Balikpapan dan Makassar.
Terkait wacana penambahan armada secara permanen pada tahun 2026, pihak Pelni Tarakan mengaku masih melakukan koordinasi intensif dengan kantor pusat di Jakarta.
”Keputusan penambahan kapal sepenuhnya bergantung pada evaluasi antusiasme penumpang di wilayah operasi. Kami masih memantau perkembangan di lapangan sebelum pusat memberikan keputusan resmi,” pungkas Ferdy.(*/mt)















Discussion about this post