TARAKAN, Fokusborneo.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan mematok target tinggi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di tahun 2026.
Setelah sukses melampaui target secara signifikan pada tahun 2025, instansi di bawah pimpinan Okky Setiyawan ini menargetkan perolehan PNBP sebesar Rp7,9 miliar pada tahun 2026.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Okky Setiyawan, mengungkapkan optimisme ini didasari tren positif kinerja tahun 2025.
Sebagai gambaran, pada tahun 2025, Imigrasi Tarakan berhasil mencatatkan realisasi PNBP sebesar Rp17,5 miliar, angka yang jauh melampaui target awal tahun 2025 yang hanya sebesar Rp2,9 miliar.
Untuk mencapai target Rp7,9 miliar tersebut, salah satu strategi andalan yang diusung adalah optimalisasi layanan Paspor Simpatik. Program ini merupakan layanan permohonan paspor yang dilakukan di luar jam kerja, tepatnya pada hari Sabtu.
”Paspor Simpatik adalah upaya kami memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sibuk bekerja di hari biasa. Di bulan Januari 2026 ini, kami melayani pada tanggal 10, 17, dan 24. Selain memudahkan warga, ini juga menjadi motor penggerak untuk meningkatkan PNBP,” ujar Okky Setiyawan, Kamis (15/1/26).

Okky menambahkan, antusiasme warga Tarakan terhadap layanan akhir pekan ini cukup tinggi. Pada pelaksanaan pekan lalu, tercatat sebanyak 13 pemohon memanfaatkan layanan ini, mayoritas untuk tujuan wisata ke Malaysia maupun ibadah Umroh.
Okky juga merinci capaian gemilang sepanjang tahun 2025 sebagai fondasi melangkah di tahun 2026 diantaranya penerbitan paspor sebanyak 4.424 paspor terdiri dari 2.764 paspor baru dan 1.678 penggantian. Layanan orang asing, total 5.366 layanan, didominasi oleh izin tinggal kunjungan 4.033 dan izin tinggal terbatas 1.330.
Sedangkan pemeriksaan keimigrasian, sebanyak 28.182 orang terpantau melintas melalui TPI Tarakan, dengan tren peningkatan signifikan saat masa Nataru yang mencapai 150 penumpang per hari.
Selain fokus pada pendapatan negara, di tahun 2026 Imigrasi Tarakan juga berkomitmen membangun Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan berbagai aksi sosial.
”Dalam rangka Hari Bakti Imigrasi (HBI), kami tidak hanya fokus pada pelayanan paspor, tetapi juga kegiatan sosial seperti bakti sosial ke panti asuhan dan donor darah yang akan dilaksanakan pada 20 Januari 2026 mendatang,” imbuh Okky.
Dengan kombinasi inovasi layanan seperti Paspor Simpatik, penguatan pengawasan orang asing, dan semangat pembangunan zona integritas, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan optimis dapat memberikan kontribusi terbaik bagi negara dan pelayanan prima bagi masyarakat Bumi Paguntaka.(*/mt)














Discussion about this post