TARAKAN, Fokusborneo.com – Pasca insiden serangan buaya yang menimpa seorang wanita paruh baya di Embung Persemaian, Senin (19/1/26), Perumda atau PDAM Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh warga. Masyarakat diminta menjauhi seluruh area embung guna menghindari risiko fatal.
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menyatakan seluruh kawasan embung seharusnya steril dari aktivitas warga sipil.
Menurutnya, ancaman di lokasi tersebut tidak hanya risiko tenggelam, tetapi juga serangan predator yang menghuni perairan tersebut.
Iwan mengungkapkan keberadaan buaya muara di fasilitas penampungan air milik Perumda bukanlah rahasia lagi. Di Embung Persemaian, misalnya, predator berukuran besar sudah berulang kali dievakuasi setelah memangsa ternak warga.
“Masyarakat perlu memahami bahwa beberapa embung kami sudah terdeteksi menjadi sarang buaya. Ini sangat berbahaya. Kami memohon dengan sangat agar warga tidak lagi menerobos masuk ke area tersebut,” ujar Iwan, Selasa (20/1/26).
Selain Embung Persemaian, pihak pengelola juga mengonfirmasi adanya deteksi buaya di beberapa lokasi lain, di antaranya Embung Binalatung, Embung Rawasari dan Embung Indulung.
Sejauh ini, hanya Embung Bengawan yang dilaporkan masih bersih dari tanda-tanda keberadaan predator tersebut.
Meski papan peringatan telah dipasang dan patroli rutin dilakukan, Iwan mengakui pengawasan selama 24 jam penuh di seluruh titik embung sulit dilakukan.
Ia menekankan keselamatan warga sangat bergantung pada kepatuhan terhadap aturan yang ada.
“Petugas kami memang ada di lapangan, tapi tidak mungkin memantau setiap sudut selama 24 jam. Kesadaran mandiri dari warga adalah kunci. Jika sudah melihat papan peringatan, tolong dipatuhi demi keselamatan nyawa,” tegasnya.
Iwan menjelaskan kemunculan buaya di area embung merupakan hal yang wajar secara ekologis, mengingat wilayah Tarakan secara alami adalah habitat buaya muara. Kondisi lingkungan embung yang tenang menjadi daya tarik bagi satwa tersebut untuk bersarang.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Perumda Tirta Alam akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penangkapan jika ada laporan kemunculan satwa.
Warga, terutama pencari rumput dan pemancing, diimbau keras untuk mencari lokasi lain yang lebih aman dan tidak melanggar batas area steril embung.(*/mt)















Discussion about this post