TARAKAN, Fokusborneo.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tarakan menegaskan peran keluarga merupakan fondasi paling krusial dalam membentengi anak dari pengaruh negatif, termasuk isu LGBT yang belakangan mencuat di lingkungan pendidikan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Tarakan, dr. Jumiati, menjelaskan perubahan perilaku pada anak umumnya dipicu oleh akumulasi faktor lingkungan, pengaruh media sosial, hingga renggangnya komunikasi di dalam rumah.
”Perubahan sikap anak itu tidak terjadi secara instan. Itulah mengapa orang tua dituntut untuk lebih peka. Jangan hanya melihat prestasi akademik, tapi perhatikan juga bagaimana kondisi psikologis dan kehidupan sosial mereka,” ujar dr. Jumiati, Senin (19/1/26).
Ia menambahkan, jika orang tua menemukan adanya indikasi perubahan perilaku yang tidak wajar, langkah pertama yang harus diambil adalah pendekatan persuasif secara kekeluargaan sebelum mencari bantuan profesional yang tepat.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, DP3AP2KB menilai masih banyak orang tua yang abai terhadap pentingnya komunikasi dua arah. Kondisi ini dikhawatirkan membuat anak merasa kurang mendapat perhatian dan akhirnya mencari validasi atau pengakuan di luar lingkungan keluarga yang belum tentu sehat.
”Kurangnya pendampingan dapat mendorong anak mencari pelarian di luar, yang berpotensi memicu persoalan sosial baru,” imbuhnya.
Mengenai isu dugaan kasus LGBT yang sedang ramai diperbincangkan, dr. Jumiati mengonfirmasi hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi. Kendati demikian, langkah preventif tetap digencarkan melalui berbagai program strategis.
Beberapa upaya yang tengah berjalan meliputi edukasi pola asuh bagi orang tua. Penguatan kapasitas guru bimbingan konseling di sekolah. Serta penguatan peran Pusat Pembelajaran Keluarga sebagai wadah konsultasi.
Pemerintah Kota Tarakan berharap adanya sinergi yang kuat antara orang tua, pihak sekolah, dan instansi terkait. Kerja sama kolektif ini dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang tumbuh kembang yang aman, sehat, dan kondusif bagi generasi muda di Tarakan.(*/mt)
















Discussion about this post