TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Komitmen meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini di Kabupaten Tana Tidung terus diperkuat melalui penerapan inovasi BUSAK PAUD di TK Negeri Pembina Tana Tidung. Program ini melibatkan guru dan orang tua sebagai mitra utama dalam memantau perkembangan membaca dan menulis anak secara terstruktur dan berkelanjutan.
BUSAK PAUD merupakan hasil penelitian yang dikembangkan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim dalam rangka menyelesaikan studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Panca Sakti Bekasi. Inovasi tersebut dirancang sebagai instrumen pemantauan literasi yang dapat diakses dan dimanfaatkan tidak hanya oleh guru dan orang tua, tetapi juga Dinas Pendidikan serta Bunda PAUD untuk melihat capaian perkembangan anak secara lebih terukur.
Vamelia menjelaskan bahwa penguatan literasi di usia dini harus dilakukan secara bertahap dan sesuai karakteristik perkembangan anak. Ia menekankan bahwa proses tersebut tidak bisa instan dan harus dikemas melalui pendekatan yang menyenangkan.
“Literasi pada anak usia dini bukan soal seberapa cepat mereka bisa membaca atau menulis, tetapi bagaimana proses itu dijalani dengan tepat sesuai tahap perkembangannya. Membaca dimulai dari imajinasi dan pengenalan simbol, sementara menulis berawal dari coretan bebas hingga akhirnya anak mampu menyusun kata dan kalimat,” ujar Vamelia.
Menurutnya, BUSAK PAUD hadir untuk menjembatani kesenjangan informasi antara sekolah dan rumah. Dengan sistem pemantauan yang lebih sistematis, orang tua dapat memahami posisi perkembangan anak dan menyesuaikan pola pendampingan di rumah.
“Kami ingin menghadirkan alat yang sederhana namun berdampak, sehingga guru dan orang tua memiliki data yang sama dalam mendampingi anak. Ketika persepsi dan langkahnya sejalan, perkembangan literasi anak akan lebih optimal,” tambahnya.
Kepala TK Negeri Pembina Tana Tidung, Mardianti, menyambut baik implementasi inovasi tersebut. Ia menilai BUSAK PAUD membantu memperkuat komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam penyampaian informasi perkembangan anak.
“Dengan adanya instrumen ini, kami lebih mudah menjelaskan capaian anak kepada orang tua. Data yang tersaji membuat proses evaluasi dan pendampingan menjadi lebih jelas dan terarah,” kata Mardianti.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi aktif antara guru dan orang tua merupakan kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada fase usia dini yang menjadi fondasi pembelajaran selanjutnya.
Melalui penerapan BUSAK PAUD, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan pemangku kebijakan daerah. Dengan pemahaman yang sama mengenai tahapan literasi, proses pembelajaran tidak lagi menjadi tanggung jawab sepihak, melainkan komitmen bersama dalam menyiapkan generasi yang literat dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya di Bumi Upun Taka.(**)












Discussion about this post