BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan memastikan volume sampah selama Ramadan 1447 Hijriah masih dalam kondisi normal. Meski demikian, langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan sampah menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pengelolaan sampah dilakukan sesuai instruksi pemerintah pusat yang menekankan penanganan sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Arahan tersebut juga telah diteruskan melalui surat edaran Wali Kota Balikpapan kepada masyarakat.
“Instruksi Menteri Lingkungan Hidup sudah kami tindak lanjuti melalui edaran wali kota. Penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga,” ujar Sudirman saat ditemui di rumah jabatan Wali Kota Balikpapan, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, selama Ramadan volume sampah di Balikpapan rata-rata mencapai 550 ton per hari. Namun, melalui optimalisasi pengurangan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Intermediate Treatment Facility (ITF), dan Material Recovery Facility (MRF), serta partisipasi rumah tangga dan sekolah, sekitar 120 ton sampah per hari berhasil ditekan.
Dengan demikian, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkisar 380 hingga 400 ton per hari. Keberadaan pasar Ramadan juga dinilai tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan volume sampah karena pengelola telah menyiapkan titik pengumpulan sebelum diangkut ke TPS.
Meski kondisi masih terkendali, DLH tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan signifikan biasanya terjadi pada H-2, H-1 hingga H+1 Lebaran. Bahkan pada malam takbiran, volume sampah dapat mencapai hampir 800 ton atau dua kali lipat dari kondisi normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH menyiapkan skema pengangkutan tambahan serta memberlakukan lembur bagi petugas kebersihan. Jika dalam kondisi normal satu truk beroperasi dua ritase, menjelang Lebaran dapat meningkat menjadi empat hingga enam ritase, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.(oc)















Discussion about this post