TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan memastikan kesiapan dukungan medis dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim medis untuk bersiaga di sejumlah titik strategis melalui kolaborasi dalam Operasi Ketupat.
Layanan kesehatan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan bantuan personel medis dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Tarakan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Salah satu poin utama dalam keterlibatan Dinkes kali ini adalah penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. dr. Devi menjelaskan bahwa fokus utama layanan di posko-posko adalah pemeriksaan awal atau screening.
“Screening kesehatan umum dan pemeriksaan kesehatan gratis. Di lokasi tertentu seperti bandara, pemeriksaan juga mencakup CKG (pemeriksaan jantung) melalui kerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan (BKK) Pelabuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kadinkes Tarakan menerangkan bahwa lemeriksaan awal akan dilakukan oleh perawat. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan konsultasi lebih lanjut, dokter akan memberikan arahan sebelum pasien dirujuk ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terkait.
Mengenai jumlah personel, dr. Devi menyebutkan bahwa penempatan tim akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap titik posko yang telah ditetapkan.
“Tergantung berapa titiknya. Yang jelas, personel kami siagakan dari Puskesmas maupun Rumah Sakit jika memang diperlukan. Kami menyesuaikan pengaturan jadwal agar pelayanan di dalam gedung (puskesmas/RS) tetap berjalan maksimal,” ujar dr. Devi pada Selasa (10/3/2026).
Layanan di Posko Operasi Ketupat ini bersifat terbuka untuk siapa saja yang berada di lokasi tersebut, baik pemudik maupun petugas lapangan. Berbeda dengan kegiatan baksos atau screening rutin di sekolah dan perkantoran, layanan kali ini difokuskan pada pengamanan medis selama momentum Lebaran.
Dengan adanya posko kesehatan ini, diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasa lebih aman dan terpantau kondisi fisiknya selama berada di area transportasi publik maupun titik keramaian lainnya. (*)













Discussion about this post