Menu

Mode Gelap

Daerah · 1 Des 2022 17:45 WITA ·

Kembangkan Digital Rupiah, BI Luncurkan Desain High Level Design


					Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meluncurkan Desain High Level Design. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meluncurkan Desain High Level Design. Foto : Fokusborneo.com

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dalam momentum Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) menerbitkan desain (high level design) pengembangan Digital Rupiah yang terangkum dalam White Paper (WP), Rabu (30/11/22).

White Paper ini, menguraikan rumusan CBDC bagi Indonesia dengan mempertimbangkan asas manfaat dan risiko.

Penerbitan WP ini merupakan langkah awal “Proyek Garuda”, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur Digital Rupiah.

Key driver pengembangan Digital Rupiah adalah :
(i) Menegaskan fungsi BI sebagai otoritas tunggal dalam menerbitkan mata uang termasuk mata uang digital (sovereignty Digital Rupiah).
(ii) Memperkuat peran BI di kancah internasional.
(iii) Mengakselerasi integrasi EKD secara nasional.

Pada momen peluncuran tersebut, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyoroti Digital Rupiah sebagai salah satu dari kebijakan sistem pembayaran untuk akselerasi digitalisasi.

“Digital Rupiah akan diimplementasikan secara bertahap, dimulai dari wholesale CBDC untuk penerbitan, pemusnahan dan transfer antar bank. Kemudian diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang, dan akhirnya pada integrasi wholesale Digital Rupiah dengan ritel Digital Rupiah secara end to end,” tutur Gubernur Perry.

Penerbitan WP ini diharapkan menjadi katalisator pengembangan desain CBDC ke depan, agar penerapan dapat sesuai konteks dan karakteristik kebijakan.

Bank Indonesia meyakini manfaat CBDC mampu menjaga kedaulatan Rupiah di era digital, termasuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital serta membuka peluang inklusi keuangan yang lebih merata dan berkelanjutan.

“Pengembangan CBDC sendiri memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kerja sama dengan bank sentral lain dan lembaga internasional,” pungkas Perry.

Perkembangan mata uang digital bank sentral di masa depan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Bank sentral masih perlu melakukan eksplorasi dan uji coba untuk mengantisipasi perkembangan mata uang digital di masa depan.(**)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 128 kali

blank badge-check

Redaksi

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Kecelakaan Saat Bertugas, Petugas KKPS di Balikpapan Terima Santunan

21 Februari 2024 - 07:59 WITA

blank

Walikota Rahmad Mas’ud Ingatkan ASN Lapor SPT Pajak

21 Februari 2024 - 07:44 WITA

blank

Pemprov Kaltara Sosialisasikan Perjalanan Dinas Luar Negeri

21 Februari 2024 - 07:04 WITA

blank

Kasad Resmikan TNI AD Manunggal Air Di Kota Raja

21 Februari 2024 - 06:40 WITA

blank

PSU di TPS 57 Karang Anyar, Digelar Kamis

21 Februari 2024 - 06:17 WITA

blank

Provos Polda Kaltara Laksanakan Kegiatan Gaktibplin Terhadap Aggota Polda dan PNS Polda

20 Februari 2024 - 23:06 WITA

blank
Trending di Daerah