TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris (JOB Simenggaris) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dengan melaksanakan Penanaman 50.000 propagule Mangrove di pesisir Pantai Desa Sambungan, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, pada Rabu (26/11).
Dengan mengutamakan partisipasi aktif masyarakat, Kelompok Tani dan Nelayan, serta jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Tana Lia, salah satu Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2025 ini diresmikan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Nasional yang jatuh pada tanggal 28 November 2025.
Program ini menjadi salah satu program prioritas dalam menjaga ekosistem wilayah pesisir pantai karena peran mangrove besar dalam pencegahan abrasi dan erosi pantai, menyerap karbon, menjadi habitat biota laut, serta membantu mereduksi dampak pemanasan global.
Business Support Manager JOB Simenggaris, Fransisca Geronica, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang berkontribusi.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan Sustainable Development Goal (SDG) Pemerintah, khususnya elemen Ekosistem Laut dan secara tidak langsung Ekosistem Darat juga Pemberantasan Kemiskinan. Tidak hanya menambah tutupan hijau pesisir, tetapi juga membuktikan bahwa kolaborasi antara Masyarakat, Pemerintah, dan Perusahaan dapat membawa perubahan nyata bagi lingkungan untuk jangka panjang,” ujarnya.
Dukungan SKK Migas juga tidak kalah penting, Andy Irmawati selaku Perwakilan SKK Migas Kalsul mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata kontribusi industri energi terhadap keberlanjutan lingkungan. “Industri hulu migas tidak hanya fokus pada ketahanan energi, tetapi juga bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Hari ini kita kembali membuktikan komitmen itu melalui aksi nyata bersama masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya kegiatan penanaman mangrove merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang lingkungan hidup yang menjadi bukti nyata komitmen industri hulu migas terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Penanaman pohon telah dimasukkan sebagai salah satu Key Performance Indicator (KPI) organisasi SKK Migas sejak tahun 2021. Hal ini menunjukkan keseriusan kami dalam upaya pemulihan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim,” ungkap Irma.
Khusus untuk tahun 2025, SKK Migas telah menetapkan target KPI penanaman pohon secara nasional sebanyak 400.000 bibit pohon.
Kontribusi dari SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi sendiri memiliki target KPI penanaman sebanyak 81.580 bibit pohon. Dengan demikian, JOB Simenggaris berhasil berkontribusi lebih dari 60 persen dari target wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Camat Tana Lia, Satriawan, menilai kegiatan ini memberikan dampak luas bagi masyarakat pesisir, ”Program ini tidak hanya sangat membantu pemulihan ekosistem pesisir tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal, khususnya kelompok tani dan nelayan. Kami berharap kegiatan semacam ini dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sambungan, Muluk Sulaiman, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga wilayah pesisir dari kerusakan lingkungan, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan JOB Simenggaris, dan sinergi yang terbangun antara Pemerintah Desa dan Perusahaan. Semoga program lingkungan seperti ini terus berlanjut sebagai wujud komitmen bersama menjaga kelestarian desa kami,” tuturnya.
Dengan adanya penanaman 50.000 mangrove ini, JOB Simenggaris berharap ekosistem pesisir di Desa Sambungan dapat kembali pulih, memberikan perlindungan alami dari abrasi, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan bumi, karena upaya kecil yang dilakukan bersama hari ini, akan menjadi dampak besar bagi masa depan lingkungan kita.(ar/ik)















Discussion about this post