BALIKPAPA, Fokusborneo.com – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara resmi melaksanakan Kick-Off Elektronifikasi Parkir Balikpapan Permai, Selasa (6/1/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Kota Balikpapan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Pemimpin Kantor Cabang PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Balikpapan, serta jajaran SKPD yang tergabung dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Balikpapan.
Kick-Off Elektronifikasi Parkir Balikpapan Permai merupakan wujud nyata komitmen sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan industri perbankan dalam mendorong perluasan ekonomi dan keuangan digital, khususnya pada sektor layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional Asta Cita serta Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang menargetkan integrasi ekosistem keuangan digital di berbagai sektor, termasuk transportasi, pasar, UMKM, pariwisata, dan layanan pemerintah daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong penguatan peran TP2DD agar implementasi elektronifikasi transaksi daerah dapat berjalan secara berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan melalui pendampingan, fasilitasi, serta pengembangan kapasitas pemerintah daerah.
“Dalam mendukung implementasi ETPD, Bank Indonesia menyalurkan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PIKEKDA) berupa 19 unit Electronic Data Capture (EDC) kepada kelompok juru parkir binaan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan,” jelas Robi. Dengan dukungan tersebut, masyarakat dapat melakukan pembayaran retribusi parkir secara nontunai menggunakan QRIS maupun Kartu Uang Elektronik di kawasan Balikpapan Permai.
Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendorong implementasi ETPD di Kota Balikpapan. Ia menekankan pentingnya menjaga komitmen, integritas, serta kesiapan sumber daya manusia, baik di lingkungan pemerintah maupun petugas parkir di lapangan, agar program berjalan optimal.
“Melalui elektronifikasi parkir, diharapkan kesadaran dan preferensi masyarakat terhadap penggunaan transaksi nontunai semakin meningkat,” ujarnya.
Penerapan elektronifikasi parkir memungkinkan pembayaran dilakukan secara nontunai dan pencatatan transaksi secara digital, sehingga lebih transparan dan akuntabel. Sistem ini diharapkan dapat mencegah pungutan di luar ketentuan serta meminimalkan kebocoran pendapatan daerah. Selain itu, masyarakat juga berperan aktif dalam meningkatkan pengawasan publik.
Dengan langkah ini, transformasi digital di Kota Balikpapan diharapkan berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), memperkuat ketahanan fiskal daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(**)















Discussion about this post