Menu

Mode Gelap

Fokus · 12 Apr 2020

Pertamina EP Tarakan Field Peduli Sekolah Adat Punan Semeriot


					Aktifitas Belajar Membaca Anak Sekolah Adat Punan Semeriot Pedalaman Kalimantan Utara. Poto-Poto: Pertamina EP Tarakan Field Perbesar

Aktifitas Belajar Membaca Anak Sekolah Adat Punan Semeriot Pedalaman Kalimantan Utara. Poto-Poto: Pertamina EP Tarakan Field

TARAKAN – Setelah sukses membina Sekolah Tapal Batas di Sebatik Kabupaten Nunukan, PT. Pertamina EP Aset 5 Tarakan Field kembali berikan perhatian lebih kepada dunia Pendidikan untuk sekolah Adat Punan Semeriot di Desa Uajng RT 003, Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal tersebut dilakukan melalui program Corporate Social Reponsibility (CSR) perusahaan dalam rangka mencerdaskan anak-anak bangsa khususnya wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T), karena Pendidikan adalah kunci kesuksesan.

Sekolah Adat Punan Semeriot berada di Hulu Sungai Bulusu dan tergolong masih pedalaman, lokasi ini cukup sulit dijangkau, dibutuhkan waku sekitar 8 jam dari Tarakan, 4 jam menujut Sekatak menggunakan speedboat, dilanjutkan 4 jam jalur sungai menggunakan ketinting hingga sampai ke Semeriot.

width"400"
width"400"
width"400"
Sungai Bulusu

Sekolah Adat Punan Semeriot belum memiliki sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang layak, seperti bangunan permanen untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), tidak ada listrik dan jaringan telekomunikasi dan menggunakan mesin genset sebagai pendukung aktivitas Pendidikan serta penerangan.

width"300"
width"400"
width"400"
width"400"
width"400"

Sekolah ini didirikan oleh relawan pendidikan yang peduli dengan anak bangsa, yaitu Sri Tiawati pada 12 Desember 2015, dan diresmikan oleh pemerintah daerah setahun kemudian.

width"300"
width"300"
width"300"
width"300"

Menurut wanita yang lebih akrab disana Sukhet ini, pertemuan pertamanya dengan anak-anak Semeriot berawal saat dari kegiatan pemetaan wilayah adat yang dirinya lakukan di daerah tersebut.

width"400"
width"400"

“Pada saat itu saya merasa perihatin karena anak-anak disana tidak ada yang bisa membaca dan menulis apalagi menempuh pendidikan secara formal,” terangnya belum lama ini.

width"200"
width"300"

Konsep pendidikan yang dilakukan oleh Sukhet berbasis alam dan kearifan lokal, selain pelajaran pokok membaca dan menulis, anak-anak juga dikenalkan dengan alam sekitar yang menjadi tempat tinggal mereka.

width"400"
width"400"

Jumlah murid saat ini cukup lumayan yaitu 105 anak, namun yang rutin hadir hanya 20 anak saja karena sebagian besar ikut orang tua berladang.

width"400"
width"400"

Pada Rabu 19 Februari 2020 lalu, rombongan PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field berkesempatan melihat kegiatan belajar mengajar di sini, yang pada waktu itu kedatangan mereka disambut oleh Gading selaku tetua masyarakat setempat dan diberikan kesempatan untuk bermalam di rumahnya.

width"400"
width"400"

“Kegiatan kita selama di sini di rumah bapak Gading karena memang belum ada ruangan khusus untuk belajar mengajar, dalam kesempatan ini kita juga memberikan bantuan berupa buku pelajaran, ensiklopedia anak-anak, dan pakaian,” terang Anton Humala Doloksaribu, Tarakan Legal & Relation Assistant Manager.

Perwakilan Pertamina EP Asset 5 Bersama Anak Sekolah Adat Punan Semeriot

Tidak hanya itu, rombongan juga mengajarkan anak-anak di Sekolah Adat Punan Semeriot membaca, menulis hingga bercerita. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kontribusi PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field dalam bidang pendidikan.

“Dari hasil kunjungan tersebut, Sekolah Adat Punan Sameriot bukan saja masuk kategori wilayah 3T, karena lokasinya yang remote dan sulit atau parah dari yang dibayangkan, sekolah tersebut masuk dalam analogi wilayah 10T,” sambug Anton.

Kedepan rencananya tidak hanya bantuan di bidang pendidikan, Pertamina EP Tarakan Field juga berencana menyasar bidang kesehatan berupa pengecekan kesehatan/pengobatan gratis karena memang sarana kesehatan disana masih minim.

“Pembangunan rumah singgah menjadi prioritas kita kedepan, rencana tersebut akan lebih ringan apabila adanya kerjasama dengan stakeholder disana, dan tentunya dengan memperhatikan wabah pandemi covid-19 serta perkembangan harga minyak dunia yang saat ini sedang terjun bebas,” tambah Anton.

Sebagai orang yang dituakan di Semeriot, Gading sangat berharap adanya bantuan pemerintah maupun pihak ketiga lainya, pada sekolah ini sebagai satu-satunya sarana pendidikan agar generasi penerus di desanya bisa memiliki wawasan lebih luas, tanpa harus meninggalkan identitas budaya dan kearifan lokal Semeriot.

“Kita juga mau desa kami lebih maju, anak-anak bisa sekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Supaya kelak mereka bisa membangun desa ini lebih baik lagi,” ucapnya.

Perhatian yang diberikan PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field membantu Sekolah Adat Punan Semeriot adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat melalui pendidikan, diharapkan sekolah adat yang mampu mencerdaskan generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak yang berada di pedalaman Kalimantan tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. (*/wic)

Artikel ini telah dibaca 438 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Eco-Briket Mahasiswa Jurusan Akuakultur FPIK UBT, Solusi Energi Terbarukan dari Limbah Mangrove

29 Agustus 2025 - 16:07

PEN 8.0 Warnai Sekolah Dasar di Kota Balikpapan, Dellian Jadi Inspirasi Anak Hebat yang Percaya Diri

29 Agustus 2025 - 09:30

Bunda PAUD Tana Tidung Dorong Anak Sehat Lewat Program “Senam Anak Indonesia Hebat”

29 Agustus 2025 - 09:10

Gubernur Hibahkan 20 Hektar Lahan Resmi Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda

28 Agustus 2025 - 20:05

Digitalisasi Pendidikan Berbuah Hasil, Tana Tidung Catat Capaian 100 Persen Dapodik Semester Ganjil

28 Agustus 2025 - 10:05

Pertamina Drilling Ikut Berpatisipasi dan Memberi Inspirasi Pada Kegiatan Pertamina Energi Negeri 8.0

27 Agustus 2025 - 13:45

Trending di Daerah