Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Ekonomi · 12 Mei 2022 17:41 WITA ·

Tambang Emas Sekatak di Area Konsesi Sawit, BSMP Sebut Rugi Ratusan Milliar


Tampak Pohon Sawit di Sekitar Galian Tambang Emas Sekatak. Foto: ist Perbesar

Tampak Pohon Sawit di Sekitar Galian Tambang Emas Sekatak. Foto: ist

TARAKAN – Tidak banyak yang mengetahui bahkan minim ekspos, aktifitas tambang emas yang berada di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara dikatakan berada di lahan konsesi Kelapa Sawit.

Hal tersebut diungkapkan, Direktur Bulungan Surya Mas Pratama (BSMP), Rudi kepada awak media di Tarakan, Rabu (11/5/2022).

Rudi mengungkapkan, aktifitas tambang emas di Sekatak berada di atas area Sawit milik BSMP dan sampai saat ini masih aktif dan melakukan aktifitas perkebunan.

Lebih lanjut Ia mengatakan, BSMP telah mengantongi ijin perkebunan Sawit di area tersebut sejak tahun 2005 dan sudah melakukan aktifitas tanam.

“Sawit kami saat ini sudah tanam dan menghasilkan dan pekerja juga sudah banyak. Masih aktif ada tanaman, ada pekerja dan aset serta alat berat disana,” ungkapnya.

Dengan adanya aktifitas tambang emas, BSMP mengaku rugi karena aktifitas tambang dilakukan di area perusahaan. Dan sampai saat ini ratusan hektar sawit rusak padahal sudah berbuah dan panen.

“Estimasi sawit yang rusak mencapai ratusan hektar, bukan lagi terganggu akan tetapi rusak, habis, padahal sudah menghasilkan dan berbuah. Akibat tambang ini, perusahaan sawit mengalami kerugian mencapai ratusan milliar,” ujarnya.

Rudi mengatakan kondisi ini sudah Ia laporkan ke instansi terkait namun sampai saat ini belum ada solusi.

Ia juga mempertanyakan bagaimana ijin salah satu perusahaan di area tambang bisa terbit padahal di lokasi tersebut ada perusahaan Sawit.

“Ijin tetap keluar kita juga heran, Kami komplain kenapa bisa keluar. jadi kita heran Investasi kita bagaimana? Dan lucunya dokumen Amdal bukan di wilayah kita, tetapi bekerja di wilayah kita, tidak ada koordinasi dan MoU dengan BSMP,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia menerangkan investasi Sawit di Sekatak tidak sedikit mencapai Rp 500 Milliar melalui Penanaman Modal Asing (PMA). Perusahaan berharap ada atensi khusus dan solusi untuk persoalan ini.

“Saya pernah ikut rapat beberapa kali bersama Menkopolhukam di Jakarta, Banjarmasin dan Jakarta lagi dan terakhir dibentuk satgas tetapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” terangnya.

Tidak sampai disini, Rudi mengungkapkan selain sawit rusak, pekerja sawit yang saat ini mencapai sekitar 200 orang di lokasi pernah terjatuh di lubang galian tambang yang ditinggalkan.

“Dengan kondisi banyak lubang di dalam area sangat berbahaya bagi pekerja dan bahkan pernah kejadian jatuh dengan kedalaman 20-30 meter. Beruntung masih selamat,” ungkapnya.

Rudi menambahkan, sebelumnya pihaknya juga telah berencana untuk membangun pabrik sawit di lokasi tersebut dengan investasi kurang lebih Rp 300 milliar.

Meski sudah dilakukan peninjauan oleh investor namun karena melihat kondisi saat ini akhirnya niat tersebut dibatalkan. (*)

Artikel ini telah dibaca 382 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Petugas Lapas Tarakan Musnahkan Handphone Hasil Razia Gabungan

24 Mei 2022 - 11:40 WITA

Hati – Hati Bisa Meledak! Bom Sisa Perang Dunia Ke II Tak Ada Tanggal Kadaluwarsanya

24 Mei 2022 - 11:24 WITA

Bom Seberat Setengah Ton Dievakuasi Tim Jibom Satbrimob Polda Kaltara

23 Mei 2022 - 21:40 WITA

Warga Tarakan Temukan Bom Ukuran Jumbo Peninggalan Perang Dunia Ke II

23 Mei 2022 - 18:23 WITA

Pemprov Kaltara Kembali Pertahankan Predikat WTP

23 Mei 2022 - 18:04 WITA

Pangsa Pasar Kaltara Mencapai 36,94 Persen

23 Mei 2022 - 17:59 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!