Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 31 Mei 2022 18:03 WITA ·

Kasus Korupsi Lahan Karang Rejo, Pengadilan Tinggi Putus Bebas Sudarto


Jafar Nur, SH Penasehat Hukum Sudarto Terdakwa Kasus Tindak Pidana Korupsi Lahan Karang Rejo. Foto: ist Perbesar

Jafar Nur, SH Penasehat Hukum Sudarto Terdakwa Kasus Tindak Pidana Korupsi Lahan Karang Rejo. Foto: ist

TARAKAN – Permintaan banding Penasehat Hukum terdakwa kasus mark up pengadaan lahan Kantor Kelurahan Karang Rejo, Kota Tarakan diterima Pengadilan Tinggi Samarinda dan telah mendapatkan putusan.

Saat dikonfirmasi media, Jafar Nur, SH selaku Penasehat Hukum (PH) salah satu terdakwa atas nama Sudarto mengatakan, dalam sidang banding yang di putus pada Senin 30 Mei 2022 pada tersebut kliennya tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan.

“Alhamdulillah, putusan banding perkara nomor 9/PID.TPK/2022/PT.SMR atas nama Sudarto membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Samarinda nomor 12/Pidsus-TPK/2022/PN.SMR yang sebelumnya memutus 2 tahun dan denda 200 juta subsider 3 bulan,” ujar Jafar Nur, Selasa (31/5/2022).

Selaku kuasa hukum dari Sudarto, Jafar Nur, SH mengatakan putusan Pengadilan Tinggi yang membebaskan Sudarto sangat mencerminkan keadilan.

“Cukup jelas Sudarto bekerja secara profesional sebagai apraisal yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Tarakan untuk menilai lahan beserta bangunan yang akan diganti oleh Pemerintah Kota untuk perluasan Kantor Kelurahan Karang Rejo tahun anggaran 2015/2016,” terangnya.

width"450"
width"425"

Selain itu cukup jelas fakta di persidangan, bahwa BPKP tidak melakukan audit investigasi dalam perkara dugaan korupsi ini, tentu sangat rancu jika melibatkan apraisal dan menyeretnya ke ranah hukum.

“Tentunya putusan banding yang dalam amar putusannya membatalkan putusan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Samarinda, menyatakan terdakwa Sudarto tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana yang didakwakan,” sambungnya.

Selanjutnya, dalam amar putusannya tersebut juga mengatakan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan Dan memulihkan terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya.

“Dalam itu, memerintahkan terdakwa dikeluarkan dari tahanan,” tegasnya.

Sebagai informasi, selain Sudarto dua terdakwa lainnya yakni Haryono dan Khaerudin Arief Hidayat juga diputus bebas. Arief Hidayat sebelumnya diputus 3 tahun 6 bulan penjara dan denda 200 Juta subsider 3 bulan penjara. (Wic/Iik)

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 966 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Di Depan Menhub, Gubernur Zainal Minta Pembangunan KIHI Libatkan Pengusaha Lokal

19 Agustus 2022 - 22:31 WITA

Berkunjung ke Kediaman Dr Salim, UAS: Silaturahim Menambah Keberkahan

19 Agustus 2022 - 22:00 WITA

Ketua DPRD Jamhari Ikuti Jalan Santai Bersama Ribuan Warga KTT

19 Agustus 2022 - 21:48 WITA

Fungsi Steam Deck untuk Apa Sih? Gamers Wajib Tahu!

19 Agustus 2022 - 19:34 WITA

Hasan Basri Terpilih Jadi Ketua Komite III DPD RI

19 Agustus 2022 - 17:32 WITA

Dampak Pencemaran Sungai, PDAM Tana Tidung Stop Produksi

19 Agustus 2022 - 17:20 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!