TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat sektor pertanian melalui penguatan peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Peran Penyuluh Pertanian yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Bulungan, Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, baru-baru ini.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si, Wakil Bupati Kilat, A.Md, Sekretaris Daerah Risdianto, S.Pi., M.Si, jajaran Dinas Pertanian, serta perangkat daerah terkait lainnya.
Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mengawal percepatan atau akselerasi program-program pertanian, khususnya di wilayah pedesaan. Penyuluh menjadi penghubung utama antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil petani di lapangan.
“Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Mereka yang langsung bersentuhan dengan petani, memahami persoalan di lapangan, sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah,” ujar Syarwani.
Ia menambahkan, tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks, sehingga menuntut penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk memperkuat peran penyuluh agar lebih adaptif terhadap perkembangan dan inovasi di bidang pertanian.
Penguatan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi pertanian, mekanisasi alat dan mesin pertanian, penerapan pertanian ramah lingkungan, hingga upaya peningkatan nilai tambah hasil pertanian agar lebih berdaya saing.
“Penyuluh harus mampu menjadi agen perubahan, mendorong petani agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada kualitas, efisiensi, dan nilai ekonomi hasil pertanian,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap penyuluh pertanian semakin profesional, responsif, dan berdaya saing, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
📸 Keterangan Foto:
🔑 Kata Kunci Berita:
















Discussion about this post