Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 5 Agu 2022 15:05 WITA ·

Dua Pekan, Balai POM Tarakan Sita Ribuan Kosmetik Ilegal dan Berbahaya


Dua Pekan, Balai POM Tarakan Sita Ribuan Kosmetik Ilegal dan Berbahaya Perbesar

TARAKAN – Hanya dalam dua Minggu di bulan Juli 2022, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan berhasil mengamankan ribuan produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala BPOM Tarakan, Herianto Baan dalam press releasenya mengungkapkan bahwa penertiban produk kosmetik ilegal tersebut dilakukan selama 2 Minggu bulan Juli tahun ini.

“Kita melakukan penertiban selama dua Minggu di Kota Tarakan dan Malinau, kami mendapatkan 307 jenis kosmetik ilegal dan berbahaya dengan total 1.740 pcs, dan secara ekonomi bernilai Rp 55.198.000,” ujarnya, Kamis (4/8/2022).

Herianto mengatakan, angka 55 juta tersebut baru nilai barang yang disita, namun jika berbicara kerugian negara jumlahnya jauh lebih besar karena berkaitan dengan kesehatan, kemudian penerimaan negara melalui pajak.

“Ini hanya sampel dari setiap produk yang kita dapatkan agar masyarakat mengetahui, kemudian lainya kita lakukan pemusnahan. Tindakan awal pelaku kita beri tindakan administratif dan peringatan, ada yang peringatan keras, jika masih melakukan hal yang sama kita lakukan tindakan tegas,” tegasnya.

width"450"
width"425"

Produk yang disita oleh BPOM Tarakan tersebut rata-rata dari luar daerah seperti pulau Jawa dan produk luar negeri seperti negara tetangga Malaysia dengan sistem order melalui online.

“Tidak hanya produk lokal maupun impor, ada juga produk rumah yang dibuat sendiri dan diedarkan sendiri,” ucapnya.

Herianto mengatakan, saat ini baru Tarakan dan Malinau tidak menutup kemungkinan penertiban juga akan menyasar kabupaten lain seperti, Nunukan, KTT maupun Bulungan.

BPOM menegaskan, mengedarkan atau menjual produk kosmetik ilegal atau tanpa ijin dikenakan pasal 197 Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman 15 tahun penjara serta denda Rp 1,5 Milliar.
(wic/Iik)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Di Depan Menhub, Gubernur Zainal Minta Pembangunan KIHI Libatkan Pengusaha Lokal

19 Agustus 2022 - 22:31 WITA

Berkunjung ke Kediaman Dr Salim, UAS: Silaturahim Menambah Keberkahan

19 Agustus 2022 - 22:00 WITA

Ketua DPRD Jamhari Ikuti Jalan Santai Bersama Ribuan Warga KTT

19 Agustus 2022 - 21:48 WITA

Fungsi Steam Deck untuk Apa Sih? Gamers Wajib Tahu!

19 Agustus 2022 - 19:34 WITA

Hasan Basri Terpilih Jadi Ketua Komite III DPD RI

19 Agustus 2022 - 17:32 WITA

Dampak Pencemaran Sungai, PDAM Tana Tidung Stop Produksi

19 Agustus 2022 - 17:20 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!