TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan terus berkomitmen memberikan pembinaan produktif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menghadirkan Galeri Giatja Lapas Tarakan sebagai wadah untuk memamerkan dan memasarkan langsung hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Tarakan, Andika Abrian, menjelaskan bahwa galeri ini berfungsi sebagai jembatan antara program pembinaan kemandirian di dalam Lapas dengan sektor ekonomi riil di luar tembok penjara.
Galeri Kegiatan Kerja Lapas Tarakan atau Giatja Lapastar ini sebelumnya diresmikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, pada Januari 2026 lalu.
“Dahulu kami sempat terkendala masalah pemasaran. Hasil karya WBP harus dititipkan ke UMKM Center atau pasar yang jaraknya cukup jauh. Atas inisiatif Bapak Kalapas, kami mendirikan galeri sendiri yang lokasinya sangat strategis di depan Lapas,” ujar Andika pada Selasa (17/3/2026).
Galeri ini menyuguhkan berbagai produk kreatif hasil tangan dingin para warga binaan. Salah satu produk yang paling diminati masyarakat adalah Amplang Bandeng. Selain bahan bakunya mudah didapat di Tarakan, produk ini dikenal memiliki daya tahan hingga tiga bulan sehingga cocok menjadi buah tangan.
Tak hanya itu, Lapas Tarakan juga melahirkan inovasi unik berupa Keripik Gedebok Pisang. Inovasi ini muncul dari pemanfaatan lahan kebun pisang yang luas di area Lapas.
“Kami melihat potensi pelepah pisang yang biasanya terbuang. Setelah berdiskusi dengan adik-adik mahasiswa magang pertanian, ternyata bisa diolah menjadi makanan yang enak. Ini menjadi salah satu produk khas kami,” tambah Andika.
Mengenai harga, Galeri UMKM Lapas Tarakan menawarkan variasi yang sangat terjangkau. Produk camilan seperti Keripik Gedebok Pisang dibanderol mulai dari Rp6.000 per bungkus. Sementara untuk produk kelas premium, terdapat furniture berupa meja dan kursi lipat dari kayu bengkirai yang dijual seharga Rp2.000.000.
Melalui program ini, pihak Lapas berharap para WBP tidak hanya menjalani masa tahanan secara mental, tetapi juga memiliki bekal keterampilan kewirausahaan yang nyata.
“Harapan kami, ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka bisa mandiri. Terutama bagi yang sebelumnya terjerat kasus karena faktor ekonomi, kini mereka punya keahlian untuk menghasilkan pendapatan sendiri secara halal,” tutupnya.
Bagi masyarakat yang melintas di depan Lapas Kelas IIA Tarakan, galeri ini terbuka umum bagi siapa saja yang ingin melihat atau membeli langsung produk-produk kreatif buatan warga binaan. (**)















Discussion about this post